Malam Apresiasi Atlet POPDA X Kepri, Pemko Batam Beri Penghargaan dan Targetkan Kembali Juara Umum
Ahad, 30 Agustus 2026 - 08:38:13 WIB
Foto bersama walikota Batam Amsakar Ahmad dengan seluruh atlet ofisial POPDA X 2026, Harmoni one hotel Sabtu 29/08/2026
TRANSKEPRI.COM, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggelar Malam Apresiasi Atlet, Pelatih, Manajer, dan Official Kontingen Kota Batam yang berlaga pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Harmoni One Hotel Batam, Sabtu (29/8/2026), tersebut menjadi bentuk penghargaan Pemko Batam atas perjuangan para atlet, pelatih, manajer, dan official yang telah membawa nama Kota Batam dalam ajang olahraga pelajar tingkat Provinsi Kepri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Firmansyah, Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Batam Heriman HK, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.
Selain itu, hadir pula para atlet, pelatih, manajer olahraga, orang tua atlet, serta perwakilan sekolah yang turut memberikan dukungan terhadap perjuangan Kontingen Kota Batam pada POPDA X Kepri 2026.
Kontingen Kota Batam pada POPDA X Kepri 2026 diperkuat sebanyak 231 orang yang terdiri dari 171 atlet, 18 pelatih, 10 manajer cabang olahraga, dan 14 official kontingen.
Mereka bertanding pada 10 cabang olahraga, yakni atletik, renang, bola basket, bola voli, sepak bola, tenis meja, tenis lapangan, pencak silat, sepak takraw, dan bulu tangkis.
POPDA X Kepri 2026 telah berlangsung pada 2 hingga 8 Juli 2026 di Kabupaten Karimun. Pada ajang tersebut, Kontingen Kota Batam menempati posisi kedua klasemen juara umum.
Batam harus mengakui keunggulan Kota Tanjungpinang yang berhasil keluar sebagai juara umum. Hasil ini sekaligus mengakhiri catatan dominasi Batam yang sebelumnya mampu menjadi juara umum POPDA Kepri selama delapan kali secara berturut-turut.
Berdasarkan hasil pertandingan, Kontingen Kota Batam berhasil mengoleksi 23 medali emas, 34 medali perak, dan 37 medali perunggu.
Medali emas tersebut disumbangkan dari cabang atletik sebanyak tiga medali, renang lima medali, bulu tangkis empat medali, tenis lapangan dua medali, bola basket satu medali, bola voli satu medali, dan pencak silat enam medali.
Sementara medali perak diperoleh dari atletik sebanyak enam medali, renang 11 medali, bulu tangkis empat medali, tenis lapangan tiga medali, sepak takraw satu medali, bola voli satu medali, serta pencak silat tujuh medali.
Adapun 37 medali perunggu diraih dari atletik sembilan medali, renang 13 medali, tenis lapangan empat medali, sepak takraw satu medali, pencak silat tujuh medali, dan tenis meja tiga medali.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Batam juga menyiapkan dana pembinaan bagi para atlet peraih medali dengan total Rp823.533.000.
Rinciannya, peraih medali emas perorangan mendapatkan Rp5 juta, emas ganda Rp2,5 juta, dan emas beregu Rp1,5 juta.
Kemudian, peraih medali perak perorangan mendapatkan Rp3 juta, perak ganda Rp1,5 juta, dan perak beregu Rp1,5 juta.
Sementara peraih medali perunggu perorangan memperoleh Rp2,5 juta, perunggu ganda Rp1,5 juta, dan perunggu beregu Rp750 ribu.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam sambutannya mengatakan, malam apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada seluruh atlet, pelatih, manajer, dan official yang telah berjuang membawa nama Kota Batam di ajang POPDA X Kepri.
Menurut Amsakar, secara fasilitas dan jumlah atlet, Batam sebenarnya memiliki modal yang cukup besar untuk kembali menjadi juara umum.
“Semestinya Batam menjadi nomor satu. Jumlah penduduk kita paling banyak, fasilitas olahraga kita paling lengkap, dan atlet yang kita kirim juga paling banyak,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa dalam sebuah kompetisi selalu ada pihak yang menang dan kalah. Karena itu, yang paling penting bagi seluruh peserta adalah menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi.
Amsakar meminta Dispora bersama Dinas Pendidikan Kota Batam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga yang masih menjadi kelemahan.
“Tidak ada alasan Batam tidak menjadi juara pertama ke depan. Cabang olahraga yang dianggap menjadi sisi lemah harus dilakukan pembinaan lebih intensif,” tegasnya.
Ia menilai, kegagalan mempertahankan gelar juara umum tidak boleh membuat semangat pembinaan olahraga di Batam menurun. Sebaliknya, perjuangan para atlet dan pelatih tetap harus diapresiasi.
“Tidak berarti karena tahun ini kita tidak menjadi juara pertama, apresiasi tidak boleh dilakukan. Dalam setiap kompetisi pasti ada perjuangan, keringat, dan keseriusan dari anak-anak kita maupun para pelatih. Semua itu mesti diapresiasi dan dihargai,” katanya.
Amsakar juga menyampaikan rasa bangganya terhadap para pelajar Batam yang telah berjuang dalam POPDA X Kepri.
Ia berharap para atlet terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti berlatih, sehingga ke depan mampu berprestasi bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Teruslah mengasah diri. Berikan yang terbaik untuk mengharumkan nama diri, nama orang tua, nama sekolah, nama Batam, dan mudah-mudahan bisa berkompetisi di level internasional serta membawa nama harum Indonesia,” pesannya.
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Batam Rani Rafitriyani melalui Wakil Ketua KONI Batam, Rinaldi Samjaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan manajer yang telah berjuang untuk Kota Batam.
Ia mengakui hasil POPDA X Kepri 2026 belum sesuai dengan target yang diharapkan. Namun, menurutnya, perjuangan seluruh kontingen tetap patut mendapatkan penghargaan.
“Kami mengapresiasi atlet, pelatih, dan manajer yang telah berjuang untuk Kota Batam. Walaupun hasilnya belum sesuai yang diharapkan, perjuangan ini patut diapresiasi,” kata Rinaldi.
Menurutnya, hasil POPDA X Kepri harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan. Celah yang masih menjadi kelemahan harus ditutup melalui pembinaan yang lebih terarah agar Batam dapat kembali merebut gelar juara umum pada POPDA berikutnya.
Rinaldi juga meminta para atlet yang belum berhasil meraih medali agar tidak patah semangat. Sebab, sebagian atlet POPDA tersebut juga berpeluang memperkuat Kota Batam pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri yang akan berlangsung di Tanjungpinang dalam waktu dekat.
“Jangan patah semangat. Sebagian atlet POPDA ini juga merupakan atlet yang akan mewakili Kota Batam pada ajang Porprov. Semoga pada Porprov nanti kita bisa memberikan hasil terbaik untuk Kota Batam,” pungkasnya.
Tulis Komentar