Bupati Roby Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Cegah Karhutla di Bintan

Bupati Roby Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Cegah Karhutla di Bintan

TRANSKEPRI.COM, BINTAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan bersama seluruh stakeholder memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung hingga September 2026.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan karhutla menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih, adanya potensi pembakaran lahan secara sengaja yang dapat memicu munculnya titik api di sejumlah wilayah.

Roby meminta seluruh aparat dan masyarakat untuk berperan aktif melakukan pengawasan terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.

“Bagi kami ini mitigasi awal terkait karhutla yang terjadi di beberapa wilayah, termasuk potensi-potensi ke depan. Kami mengajak seluruh pihak termasuk masyarakat untuk sama-sama bersinergi dan berada pada tahap kesiapsiagaan,” ujar Roby usai mengikuti Apel Kesiapsiagaan dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Hukum Polres Bintan Tahun 2026, Jumat (28/8/2026), di Halaman Mapolres Bintan.

Roby turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Polres Bintan, yang telah menggelar apel kesiapsiagaan tersebut.

Menurutnya, kondisi geografis Bintan dengan bentang wilayah hutan dan lahan yang cukup luas membutuhkan kesiapan bersama, terutama menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api.

Selain karhutla, Roby menyebut kondisi geografis Bintan juga memiliki sejumlah potensi bencana lainnya, seperti tanah longsor, banjir, cuaca ekstrem, gelombang tinggi, abrasi, hingga kekeringan.

“Potensi bencana tersebut bisa terjadi kapan saja dan tidak dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, kesiapsiagaan dan upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Penanggulangan Bencana Harus Melibatkan Semua Pihak

Roby menjelaskan, penanggulangan bencana saat ini telah mengalami perubahan paradigma. Penanganan tidak lagi hanya mengandalkan respons ketika bencana terjadi, tetapi lebih mengutamakan langkah preventif atau pencegahan.

Selain itu, penanganan bencana juga tidak dapat dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor dengan melibatkan seluruh komponen yang memiliki peran dalam mitigasi dan penanganan bencana.

“Sekarang paradigma penanggulangan bencana bukan hanya responsif, tetapi preventif. Dari yang sebelumnya bersifat sektoral menjadi multisektoral. Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Menurut Roby, sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana.

Apel Kesiapsiagaan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla tersebut turut diikuti personel Polres Bintan, unsur medis dari Dinas Kesehatan, BPBD, Satpol PP, hingga para camat se-Kabupaten Bintan.

Sejumlah kendaraan operasional, alat pelindung diri (APD), serta peralatan tanggap darurat juga disiagakan dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran personel dan perlengkapan tersebut menjadi bagian dari kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus memastikan langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Bintan.

Pemkab Bintan berharap kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini dapat mencegah meluasnya kebakaran serta menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat selama musim kemarau berlangsung.


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar