Festival Pawai Budaya Bintan 2026 Semarak, Sekda Ronny Ajak Warga Lestarikan Budaya dan Dukung UMKM

Festival Pawai Budaya Bintan 2026 Semarak, Sekda Ronny Ajak Warga Lestarikan Budaya dan Dukung UMKM

TRANSKEPRI.COM, BINTAN — Suasana penuh warna mewarnai Festival Pawai Budaya dan Pasar Rakyat Kabupaten Bintan Tahun 2026 yang digelar di Gudem Bee Farm, Kampung Pasiran, Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (30/8/2026).

Mengusung semangat pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap kekayaan budaya daerah dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mewakili Pemerintah Kabupaten Bintan, Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Ronny Kartika mengatakan, Festival Pawai Budaya bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan kebanggaan masyarakat terhadap budaya dan jati diri Bintan sebagai bagian dari tanah Melayu.

Menurut Ronny, kekayaan adat, seni, tradisi, bahasa, kuliner, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat merupakan warisan yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang.

“Kita ingin Bintan menjadi daerah yang maju, tetapi tetap berakar pada budaya. Kita ingin Bintan semakin berkembang, tetapi tidak kehilangan jati diri,” ujar Ronny.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak meninggalkan akar budaya di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan adat, tradisi, sejarah, dan budaya daerah tetap hidup serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pasar Rakyat Jadi Etalase Produk Lokal

Selain menampilkan keberagaman budaya melalui pawai, Festival Pawai Budaya Bintan 2026 juga menghadirkan Pasar Rakyat yang menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan masyarakat.

Beragam produk lokal, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan hingga produk kreatif lainnya, ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Ronny mengajak masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut memberikan dukungan nyata kepada pelaku usaha lokal dengan membeli dan menggunakan produk-produk hasil karya masyarakat Bintan.

“Kita harus mencintai dan membeli produk lokal. Dengan begitu, UMKM kita semakin kuat, semakin kreatif, mampu bersaing dan memiliki pasar yang lebih luas,” katanya.

Menurutnya, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat maupun wisatawan perlu terus dikembangkan.

Budaya dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

Festival tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk memperkuat sektor pariwisata Bintan.

Perpaduan budaya, kesenian, kuliner, produk lokal, serta keramahan masyarakat menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Ronny menilai budaya tidak hanya memiliki nilai pelestarian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.

“Budaya dapat menjadi daya tarik wisata, wisata dapat menggerakkan ekonomi, dan ekonomi yang tumbuh dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, pelaku UMKM, komunitas seni dan budaya, serta generasi muda.

Di sisi lain, Ronny mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Ia berharap Festival Pawai Budaya dan Pasar Rakyat Bintan tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati keberagaman budaya, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga.

“Keberagaman budaya adalah kekuatan kita. Mari kita rawat bersama agar Bintan semakin harmonis, maju, dan tetap memiliki jati diri,” tutupnya.


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar