OPINI

Mengapa Ansar Menjadi Bulan-bulanan Haters dan Buzzer

Auliansyah

Oleh: Auliansyah di Tanjungpinang

Bagi saya seorang Ansar Ahmad adalah sosok yang unik. Beliau hari ini adalah orang yang diharapkan banyak kalangan untuk memimpin perbaikan dan kemajuan Kepri ke depan.

Sebagai seorang politisi, beliau cukup kenyang makan asam dan garam. Dengan motto bekerja adalah ibadah , Ansar Ahmad dipercaya masyarakat Bintan memimpin 10 tahun dengan output kepemimpinannya yang akan selalu dikenang serta dibanggakan masyarakatnya.

Tak hanya itu berkat rekam jejaknya itu juga mengantarkan ia duduk di senayan dengan perolehan suara tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau, bahkan dengan cost politik yang sangat minim di kelasnya.

Ansar Ahmad pernah mengalami kekalahan sebagai seorang petarung, di Pilgub Kepri 2015  tepatnya saat diminta menjadi wakil dari Soerya Respationo. Namun petarung tetaplah petarung. Kini Ansar Ahmad didaulat kembali untuk maju bertarung sebagai pemimpin Kepri. Gelombang akar rumput yang kian deras, dengan modal sosial dan sederet prestasinya menjadikan Ansar Ahmad kembang desa tak hanya didukung namun direbutkan.

Berbicara tentang Haters yang menjelma menjadi buzzer. Pertanyaannya kenapa seorang Ansar Ahmad yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan secara alami mendapat dukungan kuat dari masyarakat bisa diserang habis habisan? Apakah yang menyerang anak negeri sendiri?.

Saya terbayang kata Bung Karno bahwa perjuangan beliau lebih mudah dalam mengusir bangsa asing yang menjajah negeri ini tapi perjuangan kita sebagai penerus bangsa ini akan lebih sulit karena harus berhadapan dengan bangsa sendiri. 

Sederet opini negatif dikemas apik sebagai pemantik stigma buruk sudah jauh-jauh hari disiapkan "mereka". Mulai dari isu Membangun dinasti politik dan lainnya.

Memang tema-tema yang digaungkan untuk menjatuhkan Ansar mengocak perut dan memerihkan mata. Beruntung Ansar Ahmad itu terbiasa berdinamika, karena dia dilahirkan juga bukan dalam keadaan serba ada. Jawabannya santai "itulah bunga-bunga kehidupan" sambil senyum manis yang membuat emak-emak selalu mengingatnya.

Kami yang bergaul dengan beliau kadang menggumam baiknya bapak fokus di dakwah ndak usah berpolitik. Karena terlalu baik alias lembut sekali. Tapi pak khatib, kadang kami memanggilnya tetaplah seorang yang mempunyai visi besar. Beliau pernah bilang "Kalau tidak untuk kebaikan dan sesuatu yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak, saya lebih baik tak maju, saya saat ini berada di zona nyaman kok," ujar Ansar.

Kembali ke haters dan buzzer yang selalu istiqomah dalam memfitnah dan membangun stigma negatif tentang Ansar Ahmad, sejarah membuktikan beberapa tokoh besar pernah meminta Ansar Ahmad menjadi wakilnya untuk maju di Pilgub Kepri 2020. Secara sistematis terstruktur permintaan itu juga "dikerjakan" dengan serius oleh mereka, dan maaf itu gagal. Kami memberikan dua pilihan memilih menjadi pendamping tuan-tuan itu, atau memilih kehendak masyarakat sebagai tuan di negeri sendiri. 

Ansar tak mungkin bisa menyenangkan personal-personal yang berambisi menduduki kursi pemimpin di negeri ini.

Tapi Ansar pernah membuktikan, dan bisa kembali membangun dan memberikan kemajuan untuk Kepri. Dan kejadian hari ini Ansar Ahmad menjadi bulan-bulanan Haters dan buzzer adalah konsekuensi yang tak perlu ditanggapi secara emosional.

Maafkanlah Ansar yang tak bisa dijadikan bawahan Kalian. Relakanlah Ansar atas kehendak yang masyarakat inginkan. Biarlah ia menunaikan janji hidupnya, bahwa bekerja itu adalah Ibadah.(***)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar