Apel tersebut dihadiri oleh para pejabat utama Polda Kepri serta unsur Forkopimda dan instansi terkait, di antaranya Kakanwil Jasa Raharja Kepri Gentur Anggoro Waseso, S.T., M.M., M.B.A., C.H.R.M., C.P.T., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau Junaidi, S.E., M.H., Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri Rodi Yantari, S.T., M.M., M.T., Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos., serta Kepala Bappeda Provinsi Kepri Dr. Aries Fhariandi, S.Sos., M.Si.
Dalam amanatnya, Wakapolda Kepri menyampaikan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seligi 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengecekan akhir kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergitas antarinstansi dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
“Operasi Keselamatan Seligi Tahun 2026 mengusung tema Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Tema ini relevan dengan meningkatnya kompleksitas lalu lintas akibat pertumbuhan kendaraan dan mobilitas masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Brigjen Pol Anom Wibowo.
Wakapolda Kepri juga memaparkan bahwa pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Seligi 2025, Polda Kepri telah melaksanakan berbagai langkah preemtif, preventif, dan represif. Upaya tersebut berdampak pada meningkatnya kegiatan edukasi, penyuluhan, serta pengamanan lalu lintas di titik-titik rawan. Meski demikian, masih ditemukan peningkatan pelanggaran yang menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Operasi Keselamatan Seligi 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini bertujuan menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan fatalitas.
Adapun fokus kegiatan Operasi Keselamatan Seligi 2026 meliputi:
Pengamanan tertutup terhadap target operasi yang telah ditetapkan.
Penyuluhan dan sosialisasi kepada pengendara di ruas jalan prioritas melalui spanduk, baliho, leaflet, dan media sosial.
Patroli serta pengaturan lalu lintas di lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan.
Penegakan hukum melalui tilang manual, ETLE, serta teguran simpatik dan humanis.
Dukungan terhadap kelancaran kegiatan kepolisian kewilayahan.
“Dengan sinergi dan dukungan seluruh pihak, kami optimistis Operasi Keselamatan Seligi Tahun 2026 dapat berjalan optimal dan mewujudkan situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah,” tutup Wakapolda Kepri.
Sementara itu, dalam sesi doorstop, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa operasi ini menyasar empat target utama, yakni orang, tempat, kendaraan, dan kegiatan. Sasaran prioritas meliputi pelanggaran penggunaan helm, travel gelap, kendaraan ODOL (Over Dimension Over Loading), knalpot brong, serta aksi balap liar.
“Operasi ini lebih mengedepankan edukasi dan sosialisasi secara humanis dengan komposisi 40 persen preventif, 40 persen preemtif, dan 20 persen penegakan hukum. Penindakan dilakukan secara bertahap melalui sistem ETLE dan teguran simpatik,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan edukasi juga dilakukan melalui media sosial, pemasangan baliho dan spanduk, serta coaching clinic di sekolah-sekolah. Seluruh Polres jajaran turut melaksanakan apel gelar pasukan dan imbauan serentak kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen Polri Untuk Masyarakat.
Melalui Operasi Keselamatan Seligi 2026, Polda Kepulauan Riau berharap tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara selamat.
Tulis Komentar