Dilarikan ke Rumah Sakit, Korban Kecelakaan di Anambas Akhirnya Meninggal Dunia

ilustrasi

TRANSKEPRI.COM. ANAMBAS - KW (25), korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Anambas meninggal dunia.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit usai kecelakaan, namun nyawanya tak dapat terselamatkan.

Ia mengembuskan nafas terakhir, setelah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa, Minggu (14/4/2024) kemarin.

KW (25) merupakan satu di antara empat korban kecelakaan di Jalan Fisabilillah, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan. Tepatnya di turunan perkelokan arah Dusun.

Informasi meninggalnya KW (25) korban laka lantas ini dibenarkan Kepala Tata Usaha (TU) RSUD Tarempa, Firman saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id, Senin (15/4/2024).

"Iya benar bang, satu korban meninggal dunia setelah mendapat pertolongan," ucapnya.

Ia menjelaskan, kondisi perempuan berinisal KW itu pasca kecelakaan termasuk yang cukup parah dan serius dari korban lainnya.

KW mengalami luka robekan pada jidat dan kepala serta pendaharan.

Saat masa penanganan pertolongan atau stabilisasi, lanjut Firman, pihaknya telah merencanakan merujuk KW dan korban lainnya ke luar Anambas.

"Setelah empat jam perawatan untuk menstabilkan dulu karena rencananya mau dirujuk, ternyata KW warga Desa Lidi itu meninggal dunia, tepatnya sekitar pukul 19.30 Wib," sebutnya.

Lanjut dikatakan Firman, pasca meninggal dunia itu, pihak keluarga lansung membawa jasad KW ke kampung halamannya di Desa Lidi.

"Malam itu juga keluarganya lansung bawa pulang ke kediamannya," tuturnya.

Sementara itu di sisi lain, tiga pasien lainnya Y, CI dan Tri hingga saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Tarempa.

Firman juga menerangkan, kepada tiga korban itu rencananya akan dirujuk ke luar Anambas untuk penanganan lebih lanjut.

Tindakan itu dilakukan lantaran luka yang dialami juga cukup serius yakni patah tulang di hidung dan dibeberapa bagian tubuh lainnya.

"Saat ini pihak keluarga masih mengurus jasa raharjanya dan infonya tadi sudah selesai. Rencananya mereka akan diberangkatkan hari Rabu dengan kapal feri," terang Firman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Laka lantas ini terjadi pada hari keempat lebaran, Minggu (14/4/2024) di Jalan Fisabilillah, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan.


Kecelakaan di Anambas saat momen Idulfitri ini melibatkan dua kendaraan roda dua atau sepeda motor dengan total korban 4 orang.

Satu unit sepeda motor merk Beat warna putih orange dengan nomor polisi BP 2368 HT ditunggangi KW (25) bersama Y yang merupakan warga Desa Lidi, Kecamatan Siantan Tengah.


Sementara satu unit sepeda motor lainnya yang terlibat kecelakaan juga motor merk beat warna putih hijau bernopol BP 3425 WJ ditunggangi CI dan Tri yang merupakan pelajar, warga Antang dan Dusun.

Dari informasi yang dihimpun, kondisi dua sepeda motor yang terlibat ini mengalami ringsek pada bagian depan.

Itu terjadi karena dua kendaraan itu saling menghantam atau adu kambing dari arah yang berlawanan.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Apri Fajar Hermanto melalui Kasat Lantas Iptu Sukamto membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, laka lantas ini terjadi tepatnya di turunan perkelokan arah dusun.

"Ya benar, korbannya ada empat orang. Kejadiannya kemarin dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," ucapnya.
Dijelaskannya, peristiwa kecelakaan ini bermula saat pengendara beat putih orange KW bersama penumpang Y melintas di turunan menikung hendak ke arah dusun.

Pada kondisi itu, kendaraan yang ditunggangi KW dan Y tepatnya pada tikungan keluar jalur, dari arah berlawanan datang motor Beat putih hijau yang ditunggangi CI dan TRI hendak menuju Jalan Pasir Peti.

Adu kambing antara kedua kendaraan pun tak dapat terelakkan, kedua pengendara terpental ke sisi jalan akibat benturan keras.

Akibat dari kecelakan ini, pengendara motor Beat putih orange KW mengalami luka cukup parah dan serius dibagian jidat hingga kepala.

Begitupun tiga korban lainnya juga mengalami luka lecet dan luka patah tulang yang memerlukan perawatan intensif.

"Kami sudah olah TKP dan sementara ini kendaraan yang terlibat kami amankan sebagai barang bukti," tuturnya.


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar