Memasuki Ramadan, Restianade Hadirkan Sholawat Rindu

Penyanyi Restianade. Foto: Dok. Suara Taqwa Official

TRANSKEPRI.COM. JAKARTA - Penyanyi Restianade perlahan makin dikenal di industri musik, khususnya di media sosial.

Dia membuat masyarakat Indonesia terkesima berkat kemampuannya dalam melantunkan selawat dan murottal di TikTok.
Perempuan yang karib disapa Resti mengatakan bahwa kemampuannya melantunkan selawat dan murottal berawal saat jadi santri di Pondok Pesantren An-Nuriyyah, Jember, Jawa Timur.
Namun, perkenalannya bersama dunia tarik suara sudah terjadi sejak berusia 4 tahun berkat kedua orang tuanya yang menggeluti bidang yang sama.

"Nyanyi sudah dari TK, karena orang tua juga bisa nyanyi. Kalau terjun di dunia musik, SMP karena baru bisa main alat musik (gitar) ketika SMP kelas 3 dan itu pun otodidak belajar dari Youtube," kata Restianade, Selasa (12/3).

Dara kelahiran Jember, 2 Juni 1998 itu sejauh ini telah merilis beberapa karya musik.
Restianade meluncurkan dua single yakni bertajuk Trauma dan Kromatik Asmaraloka pada awal 2024.

Tidak sampai di situ, mahasiswi Universitas Airlangga Surabaya itu kini merilis single terbaru berjudul Sholawat Rindu.
Adapun Sholawat Rindu merupakan lagu religi yang ditulis oleh Bimas Nurcahya dan Faishal Rizal.
Sholawat Rindu mengisahkan tentang ungkapan kerinduan seseorang terhadap sosok panutan selama ini yaitu Rasulullah.

“Aku ketika pertama kali diperdengarkan lagu ini rasanya senang banget, karena kebetulan selama ini aku suka dengan lagu-lagu yang bernuansa Arab, Timur Tengah, mau itu selawat atau arabic song. Lagunya bagus, karena balik lagi dasarnya aku yang memang penikmat lagu-lagu Arab dan selawat, lagunya juga challenging karena berlawanan sama trend lagu sekarang," jelas Resti.

Proses produksi lagu Sholawat Rindu dari Restianade menghabiskan waktu selama tiga bulan lamanya.

Dia meminta kesempatan untuk membaca teks asli lagu ini dalam tulisan Arab kepada para penulis lagu agar benar dari sisi pengucapan setiap kata.

“Aku hanya ingin umat Islam Indonesia memiliki hiburan yang Islami dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini," tambahnya.

Bimas Nurcahya, produser dan penulis lagu Sholawat Rindu melanjutkan bahwa Resti memintanya untuk mengirimkan lirik lagu dalam bahasa Arab, merupakan suatu proses yang sangat luar biasa.

Menurutnya, Resti menyanyikan lagu tersebut dengan suara yang khas.
"Karena ini lagu religi, suara Resti itu jelas mampu menggambarkan semua pesannya. Resti merupakan seorang santri yang terbiasa terekspose bagaimana mengucapkan kata-kata Arab dengan baik,” beber Bimas.
Faishal Rizal menambahkan, lagu Sholawat Rindu sudah ditulis jauh-jauh hari sebelum dirinya dsn Bimas menemukan Resti.

Saat mengetahui kemampuan Resti dalam dunia tarik suara, dia langsung terbayang bahwa lagu Sholawat Rindu sangat cocok dinyanyikan penyanyi tersebut.

Setelah merilis Sholawat Rindu, Resti bakal merilis banyak karya dengan nuansa religi untuk para pendengar.

Saat ini, lagu Sholawat Rindu dari Restianade sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital serta akun Suara Taqwa Official di YouTube.

“Aku berharap, semoga lagu ini bisa didengar oleh banyak masyarakat di Indonesia, dan mampu memberi dampak positif bagi pendengar. Bisa menjadi teman merenung,” tutup Restianade. 
 


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar