Warga Buana Vista Kesulitan Air Bersih, Ini Tanggapan SPAM BP Batam

Warga Perumahan Buana Vista yang terdiri dari orang dewasa hingga anak anak gelar aksi di lapangan perumahan Buana Vista, Kota Batam, (07/05) sore. (transkepri.com/adri)

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Air Batam Hilir (ABH) SPAM BP Batam menanggapi keluhan sulitnya air bersih yang dialami oleh warga Batam khususnya warga Perumahan Buana Vista, Batam Kota, Kota Batam Kepri.

Corporate Communication SPAM Batam, Ginda mengatakan, pihaknya saat ini masih terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat Batam. Saat ini pihaknya juga sedang menjalankan 4 program guna untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Batam terhadap air bersih.

"Saat ini kami sedang melakukan pembangunan WTP di Muka Kuning Dua 350 LPS, Rerating DK 2 menjadi 500 LPS, Pembangunan Pipa ke penampungan air untuk menjaga kehandalan air, dan melakukan perbaikan terhadap jaringan-jaringan pipa agar tidak terjadi kemacetan dalam aliran air bersih," ucap Ginda kepada transkepri.com, Minggu (07/05) malam.

Ia juga menjelaskan, program-program yang sedang dalam mengerjakannya tersebut akan dapat terealisasi secara maksimal pada akhir tahun 2023.

"Beberapa Point program tersebut untuk dapat membantu menambah suplai air bersih ke pelanggan," pungkas Ginda.

Ginda menambahkan, pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf terhadap suplai air bersih yang belum mengalir secara maksimal kepada masyarakat Kota Batam.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat Batam dalam pelayanan air bersih. Saya berharap, kedepannya setelah program kami selesai, masyarakat dapat memanfaatkan air bersih sesuai kebutuhan," ucapnya.

Sebelumnya, Warga Perumahan Buana Vista,Kota Batam, resah karena sulit mendapatkan air bersih sejak 2009 hingga saat ini. Warga juga mengancam jika tidak ada solusi warga akan gelar aksi kantor Badan Pengusaha (BP) Batam.

"Sejak tahun 2009, memang warga kami tidak pernah merasakan lancarnya air bersih seperti warga lainnya. Padahal sama-sama membayar," ucap Ketua RT setempat, Ramadan Ginting. (adri)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar