DPRD Anambas Ingatkan Pemkab Agar Maksimalkan Pendapatan DBH

Anggota DPRD Anambas, Raja Bayu, SE

TRANSKEPRI.COM.ANAMBAS- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Raja Bayu Febri Gunadian SE, mengingatkan kepada pemerintah daerah, agar dapat  memaksimalkan pendapatan dari Dana Bagi Hasil Migas (DBH) pada APBD Perubahan  2022 atau  APBD Murni 2023 mendatang. 

Hal itu dilakukan,  menyusul merangkak naiknya harga minyak dunia yang mencapai US$ 100 saat ini.

"Salah satu harapan kita saat ini adalah meningkatnya harga minyak dunia,"ungkap Bayu, Senin (1/3/2022)

Apalagi kata Legislator Partai Berlambang Pohon Beringin itu, pemerintah pusat melalui APBN 2022 telah mengusulkan angka yang lebih besar dari pada angka yang diusulkan pada tahun 2021.

"Ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, mengingat Kepulauan Anambas menjadi salah satu  daerah penghasil Migas di Provinsi Kepri selain Natuna," jelasnya. 

Lebih jauh Suami dari Kustiorini, SE itu mengaku pesimis dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Anambas dimasa pademi ini, sedangkan  belum terjadi pademi PAD tidak maksimal, apalagi dengan kondisi pademi   yang terjadi saat ini, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tentu tidak akan maksimal.

Untuk itu, pemerintah tambah RB panggilan akrab Raja Bayu, diminta dapat bergerak ke pemerintah pusat untuk melakukan terobosan terobosan dalam meningkatkan pendapatan dari sisi Dana Bagi Hasil Migas. 

"Kita tidak bisa hanya berpangku tangan dan hanya  menunggu pemberian pusat, mesti ada langkah-langkah dan trobosan baru peningkatannya," tuturnya.

Pihaknya sambung RB juga siap bersama pemerintah dalam mendorong hal itu, karena kondisi yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat di  Kepulauan Anambas. 

"Harapan kita dengan peningkatan harga minya dunia dapat mempengaruhi APBD Anambas," tutupnya. (tm)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar