SAINS

Sangat Berharga di Indonesia, Ikan Mas Malah Dianggap Hama di Amerika

Salah satu ikan besar yang ditemukan di Danau Keller, Minnesota, Amerika Serikat. Foto/City of Burnsville

TRANSKEPRI.COM, MINNESOTA - Ikan mas yang sangat berharga di Indonesia, keberadaannya di Minnesota, Amerika Serikat justeru dianggap hama. Kini ikan mas menguasai danau di Minnesota dan menjadi ancaman ekologi di wilayah tersebut.

Pejabat di Burnsville, sebuah kota kira-kira 24 kilometer di selatan Minneapolis, mengeluarkan peringatan agar penduduk berhenti melepaskan ikan peliharaan mereka ke Danau Keller di kota itu.

"Tolong jangan lepaskan ikan mas peliharaan Anda ke kolam dan danau!" kata pejabat kota dalam sebuah pernyataan di Twitter.

"Mereka tumbuh lebih besar dari yang Anda kira dan berkontribusi pada kualitas air yang buruk dengan mengotori sedimen dasar dan mencabut tanaman."

Ikan mas
 yang dilepaskan di danau diketahui tumbuh beberapa kali lebih besar dari ukuran sepertinya. Itu mendatangkan malapetaka pada jaringan ekologi yang menjadi sandaran spesies asli untuk bertahan hidup.

Menurut laporan Live Cience sebelumnya, di akuarium ikan mas tumbuh hanya 5,1 sentimeter tetapi menjadi besar di alam liar. Pada tahun 2013 satu ikan mas ukuran super yang ditangkap di Danau Tahoe berukuran hampir 46 cm dan beratnya lebih 2 kilogram.

Di alam liar, ikan ini diketahui bisa hidup hingga 25 tahun dan dapat bertahan di air minim oksigen hingga 5 bulan. Ketika berada di danau, ikan ini dapat mendominasi habitat baru dengan mengorbankan spesies asli.

Pejabat di Carver County di dekat Minnesota memindahkan sekitar 50.000 ikan mas dari perairan setempat pada November 2020, menurut Washington Post.
County telah menandatangani kontrak USD88.000 dengan sebuah perusahaan konsultan untuk mencari tahu bagaimana mengelola ikan itu dengan lebih baik.

Minnesota bukan satu-satunya bagian dari Amerika Utara yang menderita invasi ikan mas. Alberta, Kanada juga menghadapi masalah yang sama, dan para pejabat di dekat Spokane, Washington, telah memberikan dana sebesar USD150.000 untuk merehabilitasi danau di dekatnya, tulis laporan berita KHQ.
(net)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar