Heboh, Adegan Ranjang di Sinetron Diperankan Remaja, Ini Kata LBH PKPAID

Adegan salah satu sinetron di TV swasta yang diperankan oleh anak di bawah umur

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Sinetron Suara Hati Istri Zahra yang tayang di salah satu TV lokal di Indonesia kini menjadi perbincangan hangat.

Bahkan tagar #Zahra menjadi trending topic di Twitter, Rabu(02/06/2021) lebih dari 25 ribu tweet lebih berada di dalamnya.

Bukan tanpa sebab sinetron tersebut menjadi perbincangan, pasalnya sinetron tersebut menayangkan adegan 'ranjang' yang kontroversial menurut netizen.

Beberapa artis ibukota juga turut menyoroti masalah tersebut, salah satunya adalah Zaskia Adya Mecca dan Ernest Prakasa. Dalam postingannya mereka menyayangkan adegan film tersebut sangat tidak mendidik untuk anak-anak di bawah umur.

Bahkan pemeran asli dalam adegan tersebut masih berumur 15 tahun dipasangkan dengan lawan main yang terpaut sangat jauh. 

Mereka meminta kepada KPI pusat agar bisa menyortir tayangan nasional dengan lebih tepat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perkumpulan Komisioner Perlindungan Anak Indonesia Daerah (PKPAID) Provinsi Kepri, Erry Syahrial meminta kepada orang tua agar mengawasi anak dengan cara sering melihat konten-konten apa saja yang sering dilihat anak.

"Awasi konten ataupun tontonan yang sering dilihat anak, sekarang banyak juga konten-konten prank, joget-joget. Kita takutkan ini mengarah kepada pornografi, jadi harus kita awasi," ujar Erry saat dihubungi, Rabu(02/06/21).

Apalagi di tengah pandemi Covid-19, Erry menyebut anak-anak kurang mendapat pendidikan karakter.

"Karena sekarang covid-19 jadi peran orang tua sebagai pendidik sangat dibutuhkan, pembentukan karakter itu sangat penting buat anak agar juga bisa menyortir apa yang baik dan tidak untuk dirinya diumur yang masih sangat rentan ini," beber Erry.

Kepada orang tua, Erry meminta kepada orang tua agar memahami ilmu parenting yang berhubungan dengan pola pendidikan dan pengasuhan anak.

"Orang tua juga harus smart, dengan belajar ilmu parenting, jadi tidak harus orang tua yang berpendidikan tinggi karena ilmu tersebut bisa didapat dengan banyak melihat disosial media yang diberikan oleh narasumber terpercaya," pungkasnya.(ely)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar