Kapolri Sebut Bomber Makasar Kelompok JAD Pernah Bom Gereja di Philipina

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan keterangan pers

TRANSKEPRI.COM.MAKASSAR- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Terduga pelaku diketahui berjumlah dua orang.

"Kejadian tersebut dilakukan oleh 2 tersangka. tersangka pertama L (sidik jari identik), sedangkan tersangka kedua masih diidentifikasi," ujar Listyo usai meninjau lokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3/2021).

"Peristiwa tersebut ada kaitannya dengan penangkapan 24 tersangka terorisme pada bulan Januari 2021 di wilayah Sulawesi Selatan," katanya.Listyo mengatakan aksi bom bunuh diri itu ada kaitannya dengan penangkapan 24 tersangka terorisme pada Januari 2021 lalu. 24 tersangka terorisme yang ditangkap itu berasal dari Sulawesi Selatan.

Selain itu, kata Listyo, terduga pelaku juga diketahui bagian dari kelompok Daro. Menurutnya, Daro merupakan pelaku yang pernah melakukan aksi teror di Jolo, Filipina.

"Kelompok Daro pelaku yang beberapa waktu yang lalu kita Amankan.Kelompok ini bergabung terkait yang pernah melakukan kegiatan bom di Jolo (Filipina)," katanya.

Lebih lanjut, Listyo mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Dia meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Polri.

"Secara khusus kami juga memohon kepada seluruh tokoh agama untuk membantu menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap tenang," katanya.

"Masyarakat tidak boleh ada yang takut, tidak boleh ada yang panik, laksanakan aktivitas seperti biasa," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendatangi lokasi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Sigit pun meminta agar warga tidak perlu takut serta menyerahkan penanganan kasus teroris ke kepolisian.

"Urusan teroris serahkan kepada kami, kami akan menyelesaikan dan menangkap para pelakunya," tegas Sigit.

Sigit mengatakan, dirinya sudah memberi perintah secara khusus agar mengungkap kasus terorisme dan mencegah jatuhnya korban tambahan.

"Saya sudah perintahkan kepada Kadensus dan jajarannya lakukan apa yang harus kita lakukan. Yang penting jangan sampai ada ledakan lagi," kata Sigit.(tm)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar