Penyaluran Kredit Perbankan Makin Minim di Tengah Pandemi

Ilustrasi: Uang Rupiah

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan turun dari 1,49 persen pada Juli 2020 menjadi 1,04 persen pada Agustus 2020. Penyaluran kredit semakin seret di tengah pandemi virus corona atau covid-19.

"Fungsi intermediasi dari sektor keuangan masih lemah akibat pertumbuhan kredit yang terbatas sejalan permintaan domestik yang belum kuat," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers hasil RDG BI periode September 2020 secara virtual, Kamis (17/9).

Perry mengatakan hal ini terjadi karena permintaan kredit dari dunia usaha dan masyarakat memang belum meningkat. Dunia usaha, katanya, masih terus menimbang operasional ke depan di tengah pandemi covid-19.

"Dipengaruhi faktor kecepatan realisasi anggaran, kredit, penjaminan kredit, bunga, kinerja ekspor ke depan," tuturnya.Pertimbangan ini khususnya melihat prospek permintaan pasar yang tercermin dari data mobilitas masyarakat, permintaan konsumsi, ekspor, investasi dan lainnya. Begitu juga dengan dampak penyaluran anggaran dari program-program pemerintah.

Selain itu, rendahnya pertumbuhan penyaluran kredit juga dipengaruhi oleh sikap bank yang tetap berhati-hati menilai prospek usaha dari nasabah di tengah pandemi.

"Karena kinerja korporasi yang tertekan dan kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi covid-19," ucapnya.

Lebih lanjut, BI mencatat rendahnya penyaluran kredit bank rupanya berbanding terbalik dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) secara gross yang naik dari 3,11 persen menjadi 3,22 persen. Namun, NPL net turun tipis dari 1,16 persen menjadi 1,15 persen.

Sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) meroket dari 7,95 persen menjadi 11,64 persen pada Agustus 2020. Artinya, masyarakat meningkatkan penyimpanan dana di bank pada bulan lalu.

"Ke depan, intermediasi perbankan diprakirakan kembali membaik sejalan prospek pemulihan ekonomi domestik. Beberapa sektor telah mencatat peningkatan pertumbuhan kredit, yaitu sektor pertanian, pertambangan, dan transportasi," jelasnya.(tm)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar