SMKN 7 Batam Digadang Jadi Role Model, 135 Siswa Manajemen Perkantoran Lulus Uji Kompetensi
Kamis, 08 Oktober 2026 - 16:33:23 WIB
135 Siswa Lulus Tanpa Remedial, SMKN 7 Batam Dorong Uji Kompetensi Jadi Role Model SMK
TRANSKEPRI.COM, BATAM — SMKN 7 Batam tidak ingin sekadar menjadi tempat siswa mendapatkan ijazah. Sekolah kejuruan ini mulai membangun pola pendidikan yang menempatkan kompetensi, keterampilan dan kesiapan kerja sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.
Langkah tersebut terlihat melalui pelaksanaan Uji Unit Kompetensi (UUK) bagi siswa Jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB).
Bahkan, pola yang diterapkan SMKN 7 Batam mendapat apresiasi dari praktisi dan asesor Ikatan Sekretaris Administratif Profesional Indonesia (ISI-AP) DPD Provinsi Kepri, yang berharap SMKN 7 Batam dapat menjadi role model bagi SMK lainnya di Batam, Kepulauan Riau hingga daerah lain di Indonesia.
UUK tahap pertama digelar selama tiga hari, 28-30 September 2026, di Aula SMKN 7 Batam, Belian, Kecamatan Batam Kota.
Sebanyak 135 siswa kelas XI Manajemen Perkantoran mengikuti asesmen tersebut.
Terdiri dari 42 siswa XI MP 1 pada hari pertama, 40 siswa XI MP 2 pada hari kedua, dan 53 siswa XI MP 3 pada hari terakhir.
Hasilnya menjadi catatan positif. Seluruh peserta dinyatakan lulus tanpa remedial.
Tiga siswa dengan hasil asesmen terbaik juga mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
Bukan Sekadar Ujian, Tetapi Model Pendidikan Berbasis Kompetensi
Program UUK tersebut digagas Kepala Program Keahlian MPLB SMKN 7 Batam, Enjang Suhaedin, S.Pd., Gr., M.M.
Menurut Enjang, UUK dirancang bukan sekadar sebagai ujian tambahan bagi siswa. Program tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan yang dilakukan secara bertahap sejak kelas XI hingga kelas XII.
Mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kementerian Ketenagakerjaan, SMKN 7 Batam mengembangkan lima kelompok Uji Kompetensi Keahlian menjadi 23 unit kompetensi.
“Program ini kami buat agar siswa secara bertahap dan terencana dapat diuji kemampuannya sampai tingkat akhir. Harapannya setelah lulus, mereka memiliki keahlian, kemampuan dan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” ujar Enjang.
Lima bidang pekerjaan yang dikembangkan tersebut meliputi Administrasi dan Dokumen, Administrasi Eksekutif dan Komunikasi, Pelayanan dan Administrasi Operasional, Administrasi Digital-Arsip-K3 dan Keamanan Kerja, serta Bahasa Inggris.
Pelaksanaannya dijadwalkan secara bertahap hingga 2027.
Dengan pola tersebut, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuan melalui asesmen kompetensi.
Gandeng Praktisi, Bangun Standar Profesional Sejak Bangku Sekolah
Salah satu kekuatan program tersebut adalah keterlibatan praktisi dalam proses asesmen.
SMKN 7 Batam menggandeng ISI-AP DPD Provinsi Kepri melalui Nota Kesepahaman yang ditandatangani Kepala SMKN 7 Batam Nursya'bani, M.Pd. bersama Ketua Umum DPD ISI-AP Provinsi Kepri Asmaniar Susanti, S.M.
Kerja sama tersebut berlaku selama empat tahun dan kini memasuki periode kedua.
Dalam pelaksanaan UUK kali ini, asesmen dilakukan Asmaniar Susanti bersama Ketua DPC ISI-AP Batam Ir. Yuni Denia Wongso.
Asmaniar melihat ada sesuatu yang berbeda dari pelaksanaan UUK di SMKN 7 Batam.
Menurutnya, sekolah telah berupaya menciptakan suasana asesmen yang menyerupai lingkungan kerja profesional.
Para siswa tampil rapi, menggunakan name tag, membawa laptop dan perlengkapan kerja masing-masing. Ruang ujian juga disiapkan dengan fasilitas yang mendukung suasana kerja dan asesmen.
“Anak-anak tampil rapi seperti seorang staf administrasi atau sekretaris. Mereka membawa laptop, alat tulis dan perlengkapan masing-masing. Suasana ujian juga sangat nyaman, rapi dan profesional,” ujar Asmaniar.
Skill dan Karakter Berjalan Bersama
Asmaniar menilai model pendidikan seperti ini penting karena dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan yang mampu mengerjakan tugas.
Seorang tenaga profesional juga harus memiliki attitude, etika, disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kecepatan dan ketepatan dalam bekerja.
Karena itu, dalam proses asesmen, aspek sikap dan cara kerja siswa juga menjadi perhatian.
“Kami sebagai praktisi juga memberikan arahan bagaimana peserta didik menghadapi dunia kerja nyata. Bekal akademik penting, tetapi pengalaman praktisi akan memberikan gambaran berbeda tentang dunia kerja,” katanya.
Ia berharap para siswa memiliki motivasi, inisiatif, inovasi, loyalitas dan dedikasi tinggi ketika nantinya memasuki dunia profesional.
135 Siswa Lulus, Bukti Model Mulai Menunjukkan Hasil
Pelaksanaan UUK selama tiga hari menjadi salah satu bukti awal dari penerapan model pendidikan berbasis kompetensi tersebut.
Sebanyak 135 siswa berhasil lulus tanpa remedial.
Tiga siswa dengan hasil asesmen terbaik diberikan reward untuk memotivasi siswa lainnya.
Menurut Asmaniar, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama.
Dukungan kepala sekolah, kepala program keahlian, guru, wali kelas, asesor dan terutama siswa menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
“Semua adalah satu kesatuan. Guru bekerja keras mendidik, wali kelas ikut mengawasi, sekolah memberikan dukungan, dan anak-anak juga harus mau berjuang, belajar, berkembang dan berproses,” ujarnya.
Asmaniar: Ini Bisa Menjadi Role Model SMK
Dari proses tersebut, Asmaniar melihat SMKN 7 Batam memiliki peluang untuk menjadi contoh bagi sekolah kejuruan lainnya.
Bukan hanya karena seluruh peserta berhasil lulus, tetapi karena sekolah telah mencoba membangun sistem kompetensi yang dilakukan secara bertahap, melibatkan praktisi dan diarahkan langsung pada kebutuhan dunia kerja.
“Semoga SMKN 7 Batam bisa menjadi role model bagi SMK-SMK lain, baik di Batam, Kepri maupun di daerah lainnya,” tegas Asmaniar.
Ia mengatakan peran asesor tidak berhenti pada menguji siswa.
Praktisi juga memiliki tanggung jawab memberikan gambaran tentang dunia kerja sekaligus menanamkan kepercayaan diri kepada generasi muda.
“Bahagia rasanya bisa berada di tengah-tengah siswa SMK sebagai asesor sekaligus mengedukasi mereka. Kalau kita bisa, kamu juga pasti bisa. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Semua perlu perjuangan dan proses,” katanya.
Asmaniar dan para asesor ISI-AP sendiri telah terlibat dalam asesmen di sejumlah SMK di Batam serta SMKN 1 Tanjungpinang. Ke depan, kegiatan serupa juga diharapkan dapat dilaksanakan di wilayah Tanjungbalai Karimun.
Menyiapkan Lulusan Sebelum Benar-Benar Masuk Dunia Kerja
Bagi SMKN 7 Batam, UUK merupakan bagian dari perjalanan panjang menyiapkan lulusan yang benar-benar siap bekerja.
Melalui 23 unit kompetensi yang ditempuh secara bertahap hingga kelas XII, siswa diarahkan untuk mengenal standar kerja sejak masih berada di bangku sekolah.
Inilah yang ingin dibangun SMKN 7 Batam: sekolah yang tidak hanya mengajarkan siswa bagaimana mendapatkan nilai, tetapi juga bagaimana memiliki kompetensi, bekerja secara profesional dan membangun karakter sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.
Jika pola tersebut terus dikembangkan dan konsisten dilaksanakan, SMKN 7 Batam diharapkan bukan hanya menjadi sekolah yang menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi role model pendidikan vokasi yang mampu mempertemukan dunia sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.
Tulis Komentar