KWT Siji Sembada Permata Bandara Siap Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan
Jumat, 17 Juli 2026 - 13:20:13 WIB
Kelompok Wanita Tani (KWT) Siji Sembada perumahan permata bandara, jum'at 17/07/2026
TRANSKEPRI.COM, BATAM – Pertamina Pertamina Patra Niaga AFT Hang Nadim bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam berkolaborasi mendukung pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Siji Sembada di Perumahan Permata Bandara, RT 01, Batam. Kegiatan yang berlangsung di lahan terbuka pada Jumat (17/7/2026) ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan Bank Sampah yang telah berjalan di lingkungan Perumahan Permata Bandara. Sampah organik yang sebelumnya dikumpulkan kini diolah menjadi pupuk kompos dan dimanfaatkan sebagai media tanam untuk berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan.
Sebagai bentuk dukungan, Pertamina Peduli memberikan bantuan berupa tong berukuran besar sebagai media tanam, tanah subur, pupuk, sekam, serta berbagai perlengkapan pertanian. Sementara itu, DKPP Kota Batam memberikan edukasi mengenai teknik pengolahan tanah, pembuatan media tanam, hingga penataan lahan yang produktif untuk budidaya tanaman hortikultura dan palawija.
Para anggota KWT Siji Sembada menyambut antusias program tersebut. Mereka bergotong royong menyiapkan media tanam, mengisi tong dengan kompos, serta menata lahan agar siap ditanami berbagai komoditas sayuran.
Ketua KWT Siji Sembada berharap program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mampu menciptakan peluang ekonomi kreatif bagi para anggotanya. Hasil panen nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga sekaligus menjadi sumber pendapatan melalui usaha kelompok.
Selain itu, program ini juga mendorong masyarakat memanfaatkan barang bekas dan sisa makanan rumah tangga menjadi pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Pengembangan Program Bank Sampah
Pertamina Patra Niaga AFT Hang Nadim Community Development Officer Pertamina Peduli, Bagus, menjelaskan bahwa pembentukan KWT Siji Sembada merupakan pengembangan dari program Bank Sampah yang telah berjalan selama empat tahun di Perumahan Permata Bandara.
Menurutnya, selama ini Bank Sampah telah mengolah sampah organik menjadi kompos. Selanjutnya, kompos tersebut dimanfaatkan oleh KWT sebagai media budidaya tanaman sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
"KWT ini merupakan sister project dari Bank Sampah. Sampah organik yang dihasilkan masyarakat diolah menjadi kompos, kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. Ibu-ibu di Permata Bandara juga memiliki minat yang tinggi terhadap pertanian, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga," ujar Bagus.
Ia mengatakan, program tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.
"Harapannya sampah organik di Permata Bandara dapat berkurang karena diolah menjadi kompos. Selain itu, kegiatan KWT ini diharapkan mampu memberikan tambahan penghasilan atau setidaknya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Program ini dirancang untuk terus berlanjut," katanya.
Menurut Bagus, untuk saat ini Pertamina Peduli masih fokus mengembangkan KWT sebagai kelanjutan dari program Bank Sampah. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan akan hadir program pemberdayaan masyarakat lainnya di Perumahan Permata Bandara.
DKPP Berikan Pendampingan Berkelanjutan
Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, Rio, mengatakan KWT Siji Sembada merupakan kelompok tani yang baru terbentuk sehingga masih membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan pertanian.
Karena itu, pihaknya memberikan edukasi mengenai cara membuat media tanam yang baik, teknik pengolahan tanah, penggunaan pupuk, hingga pengendalian hama tanaman.
"Kami memberikan pendampingan agar ibu-ibu memahami teknik budidaya yang benar. Pendampingan ini tidak hanya sekali, tetapi akan dilakukan secara berkelanjutan," ujar Rio.
Ia menjelaskan, setiap tahun DKPP juga memiliki program bantuan bagi kelompok wanita tani berupa pupuk, polybag, hand sprayer, serta berbagai sarana pertanian lainnya sesuai dengan ketersediaan anggaran.
Menurut Rio, apabila KWT Siji Sembada terus berkembang dan semakin solid, kelompok tersebut berpeluang memperoleh bantuan pemerintah pada tahun anggaran 2027.
"Hasil panennya nanti tentu diprioritaskan untuk kebutuhan keluarga. Namun apabila produksinya melimpah, hasilnya dapat dijual sehingga menjadi tambahan pendapatan sekaligus kas bagi kelompok wanita tani," jelasnya.
Ketua RT Apresiasi Pengelolaan Sampah Organik
Ketua RT 01 Perumahan Permata Bandara, Rudianto, menyampaikan apresiasinya terhadap program yang diinisiasi Pertamina Peduli bersama DKPP Kota Batam tersebut.
Menurutnya, program KWT Siji Sembada memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena mampu mengubah sampah organik rumah tangga yang sebelumnya terbuang percuma menjadi pupuk kompos untuk kegiatan pertanian.
"Sampah organik dari masyarakat selama ini langsung dibuang ke tempat sampah. Dengan adanya program ini, sisa makanan seperti nasi dan sayuran dapat dipilah dan diolah menjadi kompos sehingga membantu mengurangi beban sampah di Kota Batam yang saat ini sudah cukup tinggi," katanya.
Rudianto berharap kegiatan tersebut dapat terus berjalan secara konsisten meski memanfaatkan lahan yang terbatas.
"Kami berharap ibu-ibu tetap semangat dan konsisten mengembangkan KWT ini hingga menghasilkan panen yang baik. Dari pihak RT, kami akan terus memberikan dukungan penuh karena program ini sangat bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat," tutupnya.
Tulis Komentar