Festival yang diperuntukkan bagi kelompok usia U-8, U-10, dan U-12 tersebut dirancang bukan sekadar menjadi turnamen, tetapi sebagai gerakan pembinaan berkelanjutan untuk membangun ekosistem sepak bola usia dini yang sehat dan kompetitif di Batam dan Kepulauan Riau.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, dengan Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.
Dalam suasana penuh keakraban, keduanya berdiskusi mengenai pentingnya pembinaan pemain sejak usia dini, peluang sepak bola Kepri di masa depan, serta langkah-langkah membuka akses bagi talenta lokal agar mampu bersaing hingga level internasional.
Fary mengatakan, Kepulauan Riau memiliki banyak bibit pemain berbakat yang membutuhkan ruang untuk berkembang melalui kompetisi yang terstruktur dan berkesinambungan.
"Jejak Sananta membuktikan bahwa anak daerah mampu mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak 'Sananta baru' dari Batam dan Kepulauan Riau. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar sekaligus kesempatan yang sama untuk mewujudkannya," ujar Fary.
Pada kesempatan itu, Ramadhan Sananta juga memberikan motivasi kepada generasi muda di tanah kelahirannya agar tidak pernah ragu mengejar cita-cita sebagai pesepak bola profesional.
"Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah ketika gagal. Tidak ada kesuksesan yang datang secara instan. Jika saya bisa menembus Timnas Indonesia, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh," kata Sananta.
Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Menurutnya, kerja keras, disiplin, dan konsistensi dalam berlatih menjadi kunci utama meraih impian.
"Siapa tahu beberapa tahun ke depan justru kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada," ujarnya.
BP Batam International Football Festival 2026 nantinya akan mempertemukan akademi sepak bola dan pemain muda dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Kehadiran peserta dari tiga negara tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas pengalaman bertanding bagi pemain muda Kepri.
Selain fokus pada pembinaan atlet, festival ini juga diproyeksikan mendukung pengembangan sport tourism di Batam. Kehadiran atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga peserta diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dengan letaknya yang strategis berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Batam dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.
Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik penyelenggaraan festival internasional tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga berskala internasional mampu memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern, dinamis, sekaligus ramah terhadap penyelenggaraan berbagai event dunia.
"Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk penyelenggaraan agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung sport tourism sekaligus meningkatkan daya tarik investasi," ujar Amsakar.
Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pengembangan potensi generasi muda.
"Investor juga melihat kualitas hidup sebuah kota, talenta muda yang dimiliki, serta kemampuan daerah menyelenggarakan event bertaraf internasional. Festival ini menjadi salah satu wajah Batam yang terus berkembang dan bergerak maju," katanya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menilai BP Batam International Football Festival 2026 akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara tetangga akan menggerakkan sektor ekonomi sekaligus memperluas jejaring internasional Batam.
"Kami ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan berkembang. Kehadiran peserta, pelatih, serta keluarga dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia akan membawa energi positif bagi perkembangan olahraga maupun perekonomian daerah," tutup Li Claudia.
Tulis Komentar