Dalam sambutannya, Roby menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Menurutnya, di tengah perkembangan ekonomi dan transformasi digital yang terus berlangsung, pemerintah membutuhkan data statistik yang akurat, berkualitas, dan terpercaya sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
"Data yang akurat akan membantu kita menentukan kebijakan yang tepat. Data yang berkualitas akan menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Sementara data yang terpercaya menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Kabupaten Bintan yang maju, mandiri, dan sejahtera," ujar Roby.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia hingga ke tingkat wilayah terkecil.
Melalui sensus tersebut akan dihimpun berbagai informasi penting, mulai dari jumlah dan karakteristik pelaku usaha, persebaran aktivitas ekonomi, kondisi tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, hingga tingkat produktivitas usaha. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan berbasis fakta.
Roby menilai hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Bintan dalam mengidentifikasi sektor-sektor unggulan, memetakan potensi ekonomi baru, memperkuat daya saing daerah, serta menyusun strategi pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki posisi geografis strategis dan potensi ekonomi yang terus berkembang, Bintan memerlukan data yang komprehensif agar setiap program pembangunan dapat dirancang secara lebih tepat sasaran.
Pada kesempatan itu, Roby mengajak seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, pelaku usaha, organisasi profesi, perguruan tinggi, media massa, hingga seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia juga menegaskan bahwa sensus ini bukan merupakan kegiatan perpajakan, melainkan upaya pemerintah memperoleh gambaran riil kondisi perekonomian sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih baik.
"Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang sebenar-benarnya. Setiap data yang diberikan memiliki arti penting bagi masa depan pembangunan ekonomi Kabupaten Bintan," katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bintan, Donny Cahyo Wibowo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 137 petugas lapangan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Petugas tersebut terdiri dari 117 petugas pendataan dan 20 petugas pengawas yang telah mengikuti pelatihan intensif selama lima hari agar mampu menjalankan tugas sesuai prosedur dan standar yang telah ditetapkan.
Donny juga mengimbau masyarakat untuk mengenali identitas petugas sensus melalui atribut resmi yang digunakan, seperti rompi, tanda pengenal yang dilengkapi kode QR (QR Code), serta surat tugas resmi dari BPS.
"Dukungan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Kami berharap masyarakat dapat menerima petugas dengan baik dan memberikan data yang benar sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Bintan ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan Sensus Ekonomi 2026. Penandatanganan tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah, BPS, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pelaksanaan sensus demi terwujudnya pembangunan yang lebih terarah, berkualitas, dan berbasis data.
Tulis Komentar