Satu Tahun Amsakar – Li Claudia: PAD Melonjak, Ekonomi Batam Kian Menguat

Kepala BP Batam, Dr H Amsakar Achmad, Wakil Kepla BP Batam Li Claudia

Satu tahun kepemimpinan Amsakar Achmad bersama Li Claudia Chandra menjadi fase penting dalam memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan daerah. Sejak dilantik pada Februari 2025, keduanya konsisten menghadirkan kebijakan yang mendorong percepatan pembangunan sekaligus menjaga stabilitas di tengah dinamika ekonomi global.

Hasilnya mulai terlihat nyata. Sepanjang tahun 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam melonjak signifikan menjadi Rp2,36 triliun dari sebelumnya Rp1,78 triliun atau tumbuh sekitar 32 persen. Peningkatan ini menjadi indikator kuat bahwa roda ekonomi daerah bergerak semakin dinamis.

Kenaikan PAD tersebut juga berdampak pada total pendapatan daerah yang mencapai Rp4,29 triliun, meningkat dari Rp3,7 triliun pada tahun 2024. Capaian ini tidak hanya menunjukkan efektivitas pengelolaan keuangan, tetapi juga menggambarkan meningkatnya kemandirian fiskal Batam dalam membiayai pembangunan.

Berbagai sumber pendapatan seperti pajak daerah, retribusi, hingga pengelolaan aset daerah mampu dioptimalkan secara maksimal. Hal ini tidak lepas dari strategi pembangunan yang terarah serta sinergi lintas sektor yang terus diperkuat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen daerah dalam memperkuat daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” ujar Amsakar.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Batam juga menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2025, ekonomi Batam tumbuh sebesar 6,76 persen (y-on-y), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,69 persen. Angka ini mempertegas posisi Batam sebagai motor penggerak ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau.

Kinerja ini tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis yang diimplementasikan, mulai dari percepatan investasi, penguatan sektor industri, hingga peningkatan kualitas layanan publik. Kombinasi kebijakan tersebut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kepercayaan pelaku usaha.

Iklim investasi yang kondusif turut menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan. Berbagai langkah percepatan perizinan, penyediaan infrastruktur, serta kepastian berusaha menjadi fokus utama dalam mendukung dunia usaha.

Menurut Amsakar, kepemimpinan kolaboratif menjadi kunci dalam mendorong akselerasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.

“Saya dan Ibu Li Claudia optimistis Batam akan terus tumbuh sebagai kota madani yang inovatif. Masukan dan kritik konstruktif dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan,” ujarnya.

Dengan capaian ini, duet Amsakar – Li Claudia berhasil menunjukkan arah pembangunan yang jelas: memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kemandirian fiskal, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, komitmen untuk menjaga momentum pertumbuhan akan terus diperkuat. Melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Batam diarahkan menjadi kota yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar