Sebanyak lebih dari 750 atlet dari tiga provinsi, yakni Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Selama tiga hari pelaksanaan, para pesilat tampil menunjukkan kemampuan teknik, strategi, serta mental bertanding hasil latihan panjang di masing-masing perguruan.
Kejuaraan perdana yang memperebutkan Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia ini diselenggarakan oleh Pengprov IPSI Kepulauan Riau bersama Baja Event Organizer. Antusiasme peserta yang tinggi bahkan melampaui ekspektasi panitia sejak awal persiapan.
Ketua Pelaksana Jaepri Kaldo mengaku terkejut dengan jumlah peserta yang membludak. Menurutnya, kehadiran ratusan atlet menjadi bukti bahwa pencak silat masih memiliki daya tarik besar di tengah masyarakat.
Selain diikuti sekitar 30 perguruan silat dari Kepulauan Riau, ajang ini juga menghadirkan atlet dari Medan dan Sumatera Barat. Kehadiran peserta luar daerah turut meningkatkan kualitas persaingan sekaligus memberi pengalaman bertanding yang lebih luas bagi pesilat lokal.
Pertandingan dibagi dalam beberapa kategori usia, mulai dari Usia Dini I dan II, Pra Remaja, Remaja hingga Dewasa. Sorak dukungan keluarga dan rekan satu perguruan membuat suasana kompetisi semakin hidup meski digelar di dalam pusat perbelanjaan.
Ketua Pengprov IPSI Kepri, Sugianto, menyebut kejuaraan ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga sebagai ajang pemetaan atlet potensial untuk pembinaan jangka panjang. Ia berharap dari kompetisi ini lahir atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, pencak silat juga memiliki nilai budaya yang kuat sebagai bagian dari identitas Melayu. Melalui kejuaraan ini, tradisi tersebut diharapkan tetap lestari sekaligus berkembang sebagai olahraga prestasi.
Dukungan juga datang dari Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS, yang optimistis pencak silat kembali menjadi cabang unggulan daerah pada ajang PON mendatang. Ia menilai pembinaan melalui kompetisi rutin menjadi kunci peningkatan prestasi atlet.
Kejuaraan Tanah Melayu Championship 2026 resmi dibuka oleh Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kepri, Harianto, dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya pertandingan. Ia menegaskan bahwa frekuensi bertanding sangat penting untuk membentuk mental juara para atlet.
Lebih dari sekadar kompetisi, Tanah Melayu Championship 2026 menjadi wadah lahirnya generasi pesilat baru yang tidak hanya tangguh di gelanggang, tetapi juga membawa nilai budaya Melayu ke panggung olahraga yang lebih luas.
Tulis Komentar