TRANSKEPRI.COM, BATAM – Mengawali pelaksanaan tugas di awal tahun 2026, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., memberikan pengarahan strategis kepada seluruh jajaran Polda Kepri. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Vicon Polda Kepri, Selasa (13/1/2026), dan diikuti oleh Irwasda Polda Kepri Kombes Pol. Tato Pamungkas Suyono, S.I.K., M.Si., para pejabat utama, serta seluruh satuan kerja jajaran Polda Kepri.
Dalam arahannya, Kapolda Kepri menegaskan bahwa tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks, seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat. Oleh karena itu, Polri dituntut menjadi institusi yang modern, profesional, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, peningkatan kompetensi personel tidak boleh sebatas formalitas, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan dan kinerja di lapangan. Profesionalisme, integritas, dan komitmen untuk menjauhi praktik-praktik menyimpang menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Kapolda Kepri juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Ia menyampaikan bahwa masyarakat menginginkan sosok polisi yang mengedepankan pencegahan dan edukasi, bersikap ramah, komunikatif, persuasif, serta proaktif dalam menyelesaikan persoalan.
“Soft approach harus menjadi prinsip utama. Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Penegakan hukum adalah langkah terakhir atau ultimum remedium,” tegas Irjen Pol. Asep Safrudin.
Selain itu, Kapolda Kepri menyoroti komitmen Polda Kepri terhadap transparansi dan keterbukaan informasi publik. Ia menyampaikan bahwa Polda Kepri saat ini meraih peringkat tiga Badan Publik Informatif tingkat Provinsi Kepulauan Riau dari Komisi Informasi Publik, dan capaian tersebut harus terus dipertahankan serta ditingkatkan.
Pendekatan restorative justice juga menjadi perhatian utama dalam arahannya. Kapolda menegaskan bahwa penyelesaian perkara melalui mekanisme ini perlu terus dikedepankan agar hukum benar-benar menjadi solusi yang berkeadilan, berorientasi pada pemulihan, perlindungan korban, serta keseimbangan kepentingan semua pihak.
Sementara itu, Karoops Polda Kepri Kombes Pol. Taswin, S.I.K., M.H., memaparkan capaian kinerja operasional sepanjang tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa Call Centre 110 menerima sebanyak 61.772 panggilan masyarakat, dengan sekitar 56.000 laporan berhasil ditangani secara optimal.
Karoops menegaskan kesiapan jajaran Polda Kepri dalam menghadapi tugas-tugas kepolisian di tahun 2026, termasuk Operasi Ketupat, pengamanan perayaan Imlek, serta berbagai kegiatan masyarakat lainnya guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Menutup arahannya, Kapolda Kepri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran atas dedikasi dan soliditas yang telah ditunjukkan. Ia berharap semangat reformasi Polri, kebersamaan, serta komitmen pelayanan publik terus diperkuat demi mewujudkan Polri yang semakin profesional, dipercaya, dan dicintai masyarakat.
Tulis Komentar