Pulangkan WNI Pilih Batik, Tidak Garuda, Ini Alasan Pemerintah?

Maskapai Batik Air Ditunjuk pemerintah angkut WNI dari Wuhan

TRANSKEPRI.COM.TANGERANG - Pemerintah memberangkatkan tim untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China. Tim tersebut diterbangkan menggunakan Batik Air, anak usaha Lion Air Group, yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (1/2/2020).

Pesawat dengan nomor penerbangan ID-8618 ini memiliki tujuan Bandara Internasional Tianhe Wuhan. Bandara itu terletak di Distrik Huangpi, 26 kilometer utara dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China.

Alasan penunjukan Batik Air jadi tanda tanya mengingat Indonesia punya maskapai pelat merah, Garuda Indonesia. Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, akhirnya memberikan penjelasan terkait terpilihnya Batik Air. Dia menegaskan, penentuan tersebut telah melalui proses diskusi yang panjang.

Budi Karya bilang, pemulangan WNI memang merupakan misi kemanusiaan. Kendati demikian, ada syarat dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China, yakni pelaksana misi kemanusian haruslah operator yang memiliki izin penerbangan reguler dari dan ke Wuhan.

Dalam hal ini, hanya Lion Air Group dan Sriwijaya yang memiliki izin tersebut. Sedangkan Garuda Indonesia selama ini tidak memiliki rute penerbangan langsung ke Wuhan lantaran memang belum mengantongi izin. Selain itu, butuh jenis pesawat berbodi besar agar pemulangan WNI dari Wuhan bisa terlaksana sekali jalan.

"Dan yang memiliki pesawat wide body adalah Lion air melalui pesawat Batik Air," jelas Budi Karya melalui keterangan resmi, Sabtu (1/02/20). (009)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar