Wow!! Dua Pelajar Terbaik Anambas Jadi Duta Indonesia ke USA

Dua pelajar Anambas, Ibnu Maizani Syuriansyahputra dan Bilqis Aura Aisyah Kurniawan

TRANSKEPRI.COM.ANAMBAS- Wow!! dua pelajar yang merupakan Putera dan puteri terbaik asal Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) ikut dalam pertukaran pelajar Indonesia- Amerika/USA, (SEAYLP). Program tersebut  merupakan salah satu dari 11 Program yang ditawarkan kepada pelajar tingkat SMA di Anambas, pada Youth Leadership Program with Southeast Asia Indonesia. 

Perjalanan kedua pelajar ini untuk dapat mewakili Indonesia ke ajang pertukaran pelajar tingkat internasional sendiri bukan semudah membalikan telapak tangan. Keduanya meski berjibaku bersaing dengan peserta lain, hingga dapat mewakili Anambas dan Indonesia. 

Saat ini keduanya sedang ditempa dan diberikan ilmu agar dapat beradaptasi sebelum berangkat ke negeri Paman Sam,  mengingat banyak perbedaan yang harus disesuaikan seperti kultur, budaya, bahasa, bahkan agama.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum  berangkat ke Amerika  secara full gratis pada Mei nanti. Rabu, 20 April 2022 keduanya terlebih dahulu berangkat ke Jakarta untuk interview VISA di Kedutaan Amerika bersamaan dengan Bupati KKA Abdul Haris, SH  yang dijadwalkan akan melakukan audiensi bersama duta besar Amerika  pada Kamis, 21 April 2022.

Pada kesempatan itu rencananya bupati akan memperkenalkan potensi-potensi  besar Anambas  dan berharap ada kerjasama hubungan internasional kedepannya.

Berikut sosok putra terbaik Anambas yang sukses wakili Indonesia tersebut:

Ibnu Maizani Syuriansyahputra  pria yang akrab dipanggil Ibnu, berusia 17 Tahun merupakan pelajar dari SMU I Siantan.

"Saya berasal dari keluarga yang sederhana, dan  merupakan anak bungsu dari dua saudara, dan memiliki seorang saudara laki-laki. Ayah saat ini berprofesi sebagai kontraktor ibu berkerja di Dinas kesehatan," ujar Ibnu, Minggu (17/4/2022).

Ibnu mengaku dia tinggal di  Tanjung, merupakan  daerah dengan multi etnis dan dan agama, namun demikian tingkat toleransi di daerah tersebut sangat tinggi dan luar biasa. 

"Harapan dan tujuan  setelah pulang dari Amerika pastinya banyak sekali,  khususnya dalam bidang budaya yang menjadi bagian dari fokus saya dalam program ini. Karena Anambas telah  beberapa tahun terakhir   jarang  menggelar  ivent budaya akibat  pademi covid 19," tuturnya.

Ia mengaku khwatir dengan kondisi yang ada saat ini,  karena secara  perlahan budaya mulai memudar.  Tujuan kecil  yang dipercaya bisa berdampak besar adalah dengan mengadakan ivent budaya yang diikuti oleh seluruh pelaku seni dari yang kecil hingga dewasa, ini menjadi salah satu bucketlist  ketika pulang nanti

"Harapan  dan tujuan lain adalah  dalam pelestarian ekosistem alam di Anambas, salah satu langkahnya adalah dengan melakukan kegiatan kampanye tentang pelestarian sumber daya alam di sekolah- sekolah atau melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang di salah satu pulau wisata di daerah Anambas ini,"katanya. 

Kemudian, Bilqis Aura Aisyah Kurniawan, merupakan  anak pertama pasangan Erdawati yang saat ini Berkerja sebagai konselor di Kantor Dinas Sosial Anambas dan Umar Muslimin.

Cewek manis yang biasa dipanggil Aura 
lahir di Jawa timur tepatnya di Mojokerto. Ibunda merupakan asli Melayu lahir di Tarempa. Sedangkan Papanya lahir di Jawa.

"Dulu sewaktu saya masih tinggal di Jawa, sangat bersemangat untuk pulang ke kampung halaman Bunda  di Tarempa, penuh semangat karena banyaknya tempat wisata alam di Anambas, ada sedikit cerita lucu ketika pergi berwisata ke air Terjun Temburun pada masa itu, dan ada kejadian waktu itu mobil pick Up keluarga saya masuk ke lumpur. Itu sangat menyenangkan karena keluarga saya terutama yang laki laki membantu untuk mendorong mobil tersebut, sungguh menyenangkan," kenangnya. 

Aura bercerita, saat  menginjak kelas 4 SD, dia pindah ke Tarempa untuk ikut Bunda  karena bertugas di tarempa, tentu saja  harus beradaptasi mengingat terdapat perbedaan kultur  jauh antara Yogyakarta kota tempat tinggalnya dulu dengan Anambas.

"Di Anambas saya lebih sering melihat pemandangan, pemandangan alam tentunya. Dalam beradaptasi pada awalnya sangat sulit, tetapi seiring waktu sangat mudah. Saya  sangat terkejut dengan perubahan Tarempa yang sekarang dengan yang dulu, perpaduan nuansa kota maju yang tidak jauh dari alam sungguh mempesona,"herannya. 

Wanita penyuka olahraga beladiri salah satunya Karate, mengaku bersyukur  diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi pertukaran pelajar Ke Amerika yaitu program SEAYLP. Sungguh sebuah mimpi yang mustahil  sebelumnya untuk berada di posisi ini tentunya.

Remaja yang sangat mendukung kesetaraan Gender ini sangat tertarik dengan Alam, salah satu penghilang beban pikirannya. Dengan melihat pemandangan indah dengan menyerap keindahan yang di pandang mata yang sudah di buat oleh Tuhan yang Maha Esa.

"Ketertarikan saya akan alam semakin tinggi ketika guru saya menceritakan betapa Mahal dan Indah nya Pulau Mengkait, yang bagaimana masih lekatnya penggunaan perahu (jongkong) di daerah mereka. Tentu saja masih banyak sekali tempat tempat wisata di Anambas, dan benar yang orang orang bilang Anambas adalah Bali kita yang kedua," tuturnya. 

Aura bermimpi  harapan kedepannya   ketika kembali dari Amerika, dirinya bisa menjadi orang yang memiliki manfaat untuk orang banyak, tentu saja manfaat bagi kampung halaman dan dia sangat ingin menjadi Pengerak anak muda Anambas.

"Hal yang ingin saya lakukan ketika pulang dari Amerika. Pertama, saya sangat takut akan terjadinya pengikisan pantai, menanam pohon mangrove merupakan salah satu solusinya. Kedua, Penanaman terumbu karang di dasar laut juga merupakan hal kecil yang berdampak besar bagi kita semua. Ketiga, saya ingin sekali menggelar pengenalan wanita wanita kuat pejuang Indonesia, dengan cara penggelaran  museum kecil kecilan berisi sejarah tokoh wanita Indonesia tersebut, dengan penayangan layar tancap dengan memutar film film tentang tokoh wanita Indonesia tersebut dan banyak yang lainya," pungkasnya.(002/r)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar