Pasien Positif Corona di India Melonjak, Rumah Sakit Tolak Pasien

Pasien positif corona di India

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Rumah sakit di India kewalahan memenuhi pasokan obat-obatan dan oksigen. Beberapa rumah sakit bahkan melaporkan sudah kehabisan oksigen medis selama 'tsunami' COVID-19 menghantam India.

Setidaknya 20 pasien virus korona meninggal semalam di Rumah Sakit Emas Jaipur New Delhi pada hari Jumat karena 'tekanan oksigen rendah,' kata pengawas medis rumah sakit itu, Dr Baluja.

Korban meninggal akibat COVID-19 selama gelombang kedua di negara itu juga diperkirakan 10 kali lebih banyak daripada yang dilaporkan dari analisis banyaknya jenazah yang dikremasi di krematorium.

Diberitakan Daily Mail, Rumah Sakit Sir Ganga Ram, sekitar 25 pasien COVID-19 meninggal pada hari Kamis (22/4/2021) dengan laporan yang menunjukkan pasokan oksigen yang rendah lagi-lagi menjadi penyebab kematian.

Karena rumah sakit yang kelebihan beban terpaksa menolak pasien, pesawat Angkatan Udara India dan kereta Oxygen Express ditugaskan untuk mempercepat pasokan oksigen medis.

Krematorium darurat di New Delhi juga menggambarkan betapa buruknya pandemi di India. Digambarkan, situasinya sebagai 'puncak gunung es' menuju krisis yang jauh lebih besar.

Beberapa petugas medis telah meminta bantuan di media sosial dalam beberapa hari terakhir karena pasokan medis sangat memburuk. Max Healthcare dan Fortis Hospital pada satu titik memperingatkan bahwa mereka dapat kehabisan persediaan dalam waktu satu jam.Krematorium juga didirikan di luar rumah sakit di ibu kota. Mereka terpaksa mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang mereka cintai dalam kremasi massal.

Dr Jameel, direktur Trivedi School of Biosciences di Ashoka University, mengatakan bahwa India sangat perlu menahan lonjakan mendadak di rumah sakit dengan meminta warga 'merawat sebanyak mungkin orang di rumah.'

"Keluarga saya telah melalui pengalaman yang mengerikan dalam seminggu terakhir, kami memiliki sepupu di rumah sakit yang meninggal dua hari yang lalu dan setiap 24 jam ada ancaman pemutusan oksigen," kata Dr Jameel.

Pada hari Rabu, 22 pasien meninggal di sebuah rumah sakit di Maharashtra ketika pasokan oksigen mereka habis setelah tangki bocor. Selain itu 13 pasien COVID-19 meninggal ketika kebakaran terjadi di rumah sakit Mumbai.

TIm medis menduga mutasi ganda varian baru Corona menjadi salah satu penyebab lonjakan kasus di India. Selain itu abainya masyarakat dan lengahnya pada protokol kesehatan diduga menyebabkan terjadinya tsunami COVID-19 di India. (tm)

 


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar