Pemerintah Bakal Berikan Stimulus Paket Wisata 50 Persen untuk WNI

Lokasi wisata di Bali

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Pandemi COVID-19 yang terjadi di dunia menyebabkan kemerosotan ekonomi di berbagai sektor.

Tidak sedikit perusahaan yang akhirnya terpaksa memangkas karyawannya untuk bertahan di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti. Sektor lainnya seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pariwisata juga terkena dampak yang cukup serius.

Dalam merespons hal ini, pemerintah akan menggelontorkan stimulus paket pariwisata sebesar 50 persen untuk Warga Negara Indonesia (WNI).

Pariwisata adalah salah satu sektor yang menjadi sumber devisa negara yang menyumbang dana sangat besar, namun harus terhenti akibat pandemi COVID-19, terutama di masa penyebaran awal COVID-19.

Pemerintah berupaya untuk kembali memulihkan perekonomian nasional, salah satunya melalui pariwisata yang dilakukan di masa adaptasi kebiasaan baru dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Perlu upaya serius secara bersama-sama dari semua pihak untuk memulihkan kembali industri pariwisata dengan melakukan terobosan yang mampu memberdayakan semua pelaku industri dengan dukungan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional,” ucap Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Kemenparekraf menyatakan telah menyiapkan berbagai strategi penanganan COVID-19, termasuk memulihkan sektor wisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Indonesia dapat memanfaatkan stimulus dana, termasuk untuk sektor pariwisata. Tahun ini pemerintah memperoleh dana sebesar 895 triliun.

Stimulus akan diberikan dalam bentuk diskon paket pariwisata sebesar 50 persen untuk setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Maksimum diskon Rp2.35 juta per NIK. Dengan hal ini, diharapkan terjadi multiplier effect sebanyak 4.58 kali sampai 5.85 kali atau senilai dengan Rp.93.4 triliun sampai Rp11.39 triliun,” ucap Luhut Binsar Pandjaitan.

Wishnutama menyebutkan bahwa Kemenparekraf menyiapkan anggaran Rp3.8 triliun untuk berbagai program properti seperti Hibah Pariwisata, Sertifikat CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environmental Sustainability), stimulus reaktivasi pariwisata, dan fasilitas hotel dengan 3 kali makan dan isolasi mandiri.

Stimulus reaktivasi pariwisata berupa diskon wisata 50 persen akan dimulai setelah vaksinasi berjalan.

Pemerintah akan menyediakan sertifikat CHSE gratis untuk tempat wisata dengan tujuan untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik di destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh masyarakat. (tm)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar