Pemerintah Nilai BI Tidak Bisa Cetak Uang Seperti AS

Ilustrasi

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Bank Indonesia (BI) tidak bisa melakukan cetak uang seperti yang dilakukan Amerika Serikat. Sebab, ada perbedaan permintaan rupiah dan dolar AS, meski masing-masing negara tengah membutuhkan sumber dana besar untuk menangani masalah virus corona. 

Tenaga Ahli Utama Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono menjelaskan AS bisa leluasa mencetak uang karena penggunaan dolar AS sejatinya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan transaksi dan pendanaan di Negeri Paman Sam saja

Dolar AS merupakan mata uang internasional yang digunakan untuk berbagai jenis transaksi lintas negara.

"Jadi berapa pun AS cetak dolar, meski tetap ada batasnya, itu tidak ada pengaruhnya ke inflasi di AS di dalam situasi normal karena permintaan dolar itu banyak sekali. Orang mau impor pakai dolar," ungkap Edy dalam diskusi virtual yang digelar ISEI Jawa Barat, Kamis (9/7).

Sementara bila BI mencetak rupiah terlalu banyak, sambungnya, yang terjadi justru bisa memunculkan inflasi atau kenaikan harga barang. Sebab, jumlah uang yang beredar meningkat dan bisa menurunkan nilai rupiah.

Belum lagi, permintaan rupiah sejatinya tidak cukup besar karena hanya bisa digunakan untuk transaksi di dalam negeri. Lebih lanjut, menurut Edy, BI juga tidak bisa mencetak uang lalu dibagikan begitu saja ke masyarakat atau dikenal dengan istilah helicopter money.(007)

 


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar