Dalam kegiatan tersebut, BP Batam berkolaborasi dengan PT McDermott Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Preserving Our Water With Bamboo Planting: A Biodiversity Initiative by McDermott Indonesia” dengan menanam sebanyak 400 bibit Bambu Betung.
Penanaman dilakukan di kawasan DTA Bendungan Sei Nongsa yang memiliki luas sekitar 21,55 hektare. Kawasan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ketersediaan air baku bagi sistem penyediaan air di Batam.
Bendungan Sei Nongsa sendiri merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang telah beroperasi sejak 1979. Keberadaan kawasan tangkapan air di sekitarnya menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi bendungan dan keberlanjutan pasokan air baku.
Pemilihan Bambu Betung dalam program penghijauan tersebut bukan tanpa alasan. Tanaman ini memiliki sistem perakaran yang kuat dan rapat sehingga dapat membantu memperkuat struktur tanah, mengurangi potensi erosi, sekaligus meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air.
Dalam jangka panjang, keberadaan vegetasi tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis kawasan tangkapan air serta membantu menjaga kualitas lingkungan di sekitar Bendungan Sei Nongsa.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi kontribusi PT McDermott Indonesia serta dukungan Universitas Ibnu Sina Batam dan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurut Denny, upaya menjaga sumber air baku tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.
"Menanam pohon adalah menanam harapan untuk masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang," ujar Denny.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pihak ikut terlibat dalam menjaga kawasan tangkapan air di Batam.
Denny menambahkan, kegiatan penghijauan juga sejalan dengan komitmen BP Batam untuk menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan perlindungan lingkungan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan investasi harus berjalan beriringan dengan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
"Harapannya, kolaborasi positif ini terus berkembang dan menginspirasi semakin banyak pihak untuk bersama-sama menjaga keandalan air baku di Kota Batam," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan PT McDermott Indonesia, Thomas A. Labrie, menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program penghijauan tersebut.
Ia berharap penanaman Bambu Betung dapat memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan di Kota Batam.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kapolsek Nongsa beserta jajaran, perwakilan PT Air Batam Hulu, serta akademisi Universitas Ibnu Sina Batam.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari langkah bersama dalam menjaga kawasan tangkapan air dan memperkuat ketahanan sumber daya air Batam.
BP Batam menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga dari kemampuan menjaga lingkungan serta memastikan ketersediaan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Dengan penguatan kawasan hijau dan perlindungan daerah tangkapan air, Batam diharapkan mampu terus berkembang sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi tanpa mengesampingkan keberlanjutan lingkungan.
Tulis Komentar