OTOMOTIF

Kisah Seru 2 Crazy Rich yang Berseteru dengan Ferrari

Ada kriteria tertentu yang membuat seseorang jadi kustomer spesial Ferrari. Fioto/IST

TRANSKEPRI.COM,JAKARTA - Tidak semua orang kaya bisa jadi pelanggan dan dituruti Ferrari . Bisa jadi mereka malah jadi musuh Ferrari. Untuk menjadi pelanggan Ferrari memang tidak mudah. Tingkah laku mereka malah dicermati oleh perusahaan mobil sport Italia itu untuk menentukan layak atau tidaknya mereka memiliki Ferrari. Dari situ tidak heran jika banyak artis kelas dunia yang justru masuk dalam daftar hitam Ferrari karena kelakuan mereka dalam merawat mobil.

Seperti musisi Deadmau5 dan Tyga. Keduanya masuk dalam daftar terlarang Ferrari karena ketahuan memodifikasi mobil sport itu dengan cara yang tidak diperkenankan Ferrari. Hingga kini Tyga dan Deadmau5 tidak pernah lagi bisa membeli Ferrari.
Daftar selebritis yang ditolak sebenarnya sangat panjang. Namun di antara semuanya itu yang paling menarik adalah perseteruan dua crazy rich dengan Ferrari. Berikut ini ceritanya::
1. Preston Henn vs Ferrari
Perseteruan Preston Henn dengan Ferrari sangat menarik. Bahkan sampai Preston Henn meninggal dunia pada 30 April 2017 perseteruan di antara keduanya belum selesai. Diketahui Preston Henn adalah mantan pebalap terkenal Amerika Serikat yang kemudian lebih banyak dikenal sebagai pebisnis ulung.

Dia membuka sebuah pusat perbelanjaan barang-barang bekas Fort Lauderdalse Swap Shop yang sangat besar pada 1963. Dari situ pundi-pundi kekayaannya bertambah sangat besar. Sebagai mantan pebalap Preston Henn memang sangat menyukai mobil.

Segala jenis mobil dia koleksi termasuk Ferrari. Bahkan koleksi Ferrarinya sangat spesial seperti Ferrari termahal di dunia, Ferrari 275 GTB/C dengan nomor sasis 6885. Mobil itu menurut Autoevolution memiliki harga USD80 juta atau setara Rp1,14 triliun.

Namun hubungan mesra antara Ferrari dan Preston Henn tiba-tiba berubah jadi memanas. Semuanya bermula ketika pengusaha kelahiran 20 Januari 1931 itu ingin memiliki Ferrari LaFerrari Aperta yang dirilis pada 2016 lalu.
Tidak ada angin tidak ada hujan, Ferrari menolak keinginan Preston Henn. Alasannya semua unit Ferrari LaFerrari Aperta telah ludes dibawa oleh konsumen setia Ferrari. Kaget dengan jawaban itu, pria yang tinggal di Hillsboro Beach, Amerika Serikat itu kemudian mengirimkan surat langsung ke CEO Ferrari.
Dia bertanya mengapa dia tidak bisa mendapatkan mobil sport istimewa itu. Tidak lupa, Preston Henn menyertakan cek sebesar USD1 juta agar lebih meyakinkan. Sayang apa yang dilakukan itu justru membuat Ferrari marah. Enrico Galliera, Senior Vice President and Marketing Ferrari waktu itu mengatakan tindakan Preston Henn sangat memalukan. "Dia tidak pantas memiliki Ferrari dan jangan lakukan lagi hal itu di kemudian hari," ucapnya.

Dibilang tidak pantas memiliki Ferrari, Preston Henn pun meradang. Dia langsung berangkat ke pengadilan dan menggugat Ferrari karena pencemaran nama baik. Uniknya tuntutan Preston Henn sangat kecil yakni USD75.000 atau hanya mencapai Rp1,1 miliar jika dibandingkan harga mobil yang dia inginkan.

"Ini hanya berupa pelajaran buat Ferrari agar menghormati reputasi klien kami," ujar Bruce Rogow, pengacara Preston Henn waktu itu.

Hanya saja setelah proses berjalan Preston Henn sepertinya mengibarkan bendera putih. Hal itu dilakukan setelah Bruce Rogow mengatakan mengalahkan Ferrari akan butuh waktu yang sangat panjang dan melelahkan. Kemungkinan kalah juga sangat besar. Akhirnya Preston Henn mencabut gugatannya ke Ferrari.

Sampai akhirnya dia meninggal dunia, Ferrari sendiri tidak pernah sekali pun memberikan izin menjual mobil buatan mereka ke Preston Henn.
2. David Lee vs Ferrari
David Lee merupakan kolektor Ferrari yang sangat luar biasa. Total ada 25 Ferrari yang dia miliki dengan nilai sebesar Rp575 miliar. Berjualan jam dan perhiasan mewah, David Lee merupakan pengusahan yang sangat sukses. Tidak heran jika dia cukup mudah untuk membeli Ferrari.
Hanya saja semuanya berubah ketika dia ditolak masuk dalam daftar calon pemilik Ferrari LaFerrari Aperta. Seperti Preston Henn, David Lee juga tidak tahu alasan apa yang membuat dia tidak bisa mendapatkan mobil istimewa itu.

Padahal selama ini dia sangat setia dengan Ferrari. Membeli banyak mobil-mobil baru Ferrari. Ikut kursus mengendarai mobil Ferrari hingga bergabung dengan klub Ferrari.

Hanya saja semua itu tidak membuat David Lee spesial di mata Ferrari. Dia tetap ditolak untuk mendapatkan Ferrari LaFerrari Aperta. Ferrari juga tidak memberikan alasan mengapa dia ditolak.
Dikutip LA Times, penasehat bisnis David Lee mengatakan kehidupan David Lee di sosial media termasuk salah satu yang membuat Ferrari keberatan. Di sosial media, David Lee memang terlihat hedon dimana dia memamerkan segala hal yang dia miliki.

Hal itu diyakini tidak sesuai dengan filosofi Ferrari dimana seluruh konsumennya sangat tidak terdeteksi di sosial media. David Lee memang kecewa dengan hal itu. Dia memang berupaya untuk mencaritahu jawaban yang sebenarnya ke Ferrari. Hanya saja hal itu disarankan oleh penasehat hukumnya untuk tidak melakukan hal yang bisa membuat Ferrari lebih marah.

Yang pasti David Lee sangat kecewa jika dia tidak lagi bisa memamerkan koleksi mobilnya di sosial media. "Sangat menyedihkan jika ada orang yang memiliki banyak mobil tapi hanya menyimpannya di garasi. Saya akan selalu berbagi pengalaman saya sebagai pemilik mobil buat orang lain," ujar David Lee.


(net). 


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar