Temuan Gunung Berapi Bawah Laut dan Isyarat Surah At-Tur Ayat 1-8

Ilmuwan temukan gunung berapi raksasa di bawah laut dan fakta-fakta seperti yang dijelaskan dalam Surat At-Tur ayat 1-8. (FOTO ilustrasi/ ist)

Pada Kamis 21 Oktober 2021 lalu, ditemukan gunung berapi raksasa di bawah laut Samudera Hindia. Gunung itu terus berguncang. Banyak yang menghubungkan temuan ini dengan isyarat dalam Al-Quran surat At-Tur ayat 1-8 .
Penemuan gunung merapi bawah laut itu sendiri menyusul peristiwa lebih dari 11.000 gempa bumi mengguncang Mayotte, sebuah pulau kecil dan wilayah Prancis antara Madagaskar dan Mozambik antara Mei 2018 hingga Mei 2021.

Dalam buku 'Miracles of Al-Qur'an and As-Sunnah' dijelaskan bahwa gunung-gunung tersebut terbentuk sebagai akibat dari letusan-letusan dahsyat gunung berapi.

Di dalam kitab suci Al-Quran di Surah At-Tur Ayat 1 sampai 8 Allah SWT berfirman.

وَالطُّوۡرِۙ
وَكِتٰبٍ مَّسۡطُوۡرٍۙ
فِىۡ رَقٍّ مَّنۡشُوۡرٍۙ
وَالۡبَيۡتِ الۡمَعۡمُوۡرِۙ
وَالسَّقۡفِ الۡمَرۡفُوۡعِۙ‏
وَالۡبَحۡرِ الۡمَسۡجُوۡرِۙ
اِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لوَاقِعٌ
مَّا لَهٗ مِنۡ دَافِعٍۙ


Artinya: "Demi bukit, dan Kitab yang ditulis, pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Ma'mur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api, sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi, tidak seorang pun yang dapat menolaknya." (QS At-Tur: 1–8).

Ulama tafsir memang berbeda-beda dalam menafsirkan api di bawah laut tersebut akibat belum ditemukannya peristiwa gempa seperti yang terjadi di wilayah Prancis tersebut. Dan kini sudah terbukti. Padahal informasi tentang api di dasar laut itu sudah ada sejak 14 abad silam.
Masalah perbedaan pendapat tentang api di dasar laut ini tercermin dari tafsir Ibnu Katsir yang mengutip pendapat sejumlah ulama.

Jumhur ulama mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah lautan ini. Dan mengenai makna firman-Nya, "Al-Masjur" masih diperselisihkan. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah laut itu kelak di hari kiamat akan dinyalakan menjadi api, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya:

{وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ}


dan apabila lautan dipanaskan. ( At-Takwir: 6 ) Yakni dinyalakan sehingga menjadi api yang bergejolak yang meliputi semua ahlul mauqif (orang-orang yang di Padang Mahsyar).

Sa'id ibnul Musayyab telah meriwayatkan hal ini dari Ali bin Abu Thalib . Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dan pendapat yang sama dikatakan oleh Sa'id ibnu Jubair, Mujahid, Abdullah ibnu Ubaid ibnu Umair, dan lain-lainnya.

Al-Ala ibnu Badr mengatakan bahwa sesungguhnya laut itu dikatakan al-masjur karena airnya tidak dapat diminum dan tidak dapat dijadikan sebagai pengairan tetumbuhan; hal yang sama terjadi pada semua laut kelak di hari kiamat. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Al-Ala ibnu Badr.

Diriwiyatkan dari Sa'id ibnu Jubair, bahwa makna masjur ialah yang dilepaskan.

Sementara Qatadah mengatakan, masjur artinya yang penuh. Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir, alasannya ialah karena laut di masa sekarang bukanlah bahan bakar, melainkan makna yang dimaksud adalah penuh. Menurut pendapat yang lainnya lagi, makna yang dimaksud ialah kosong.

Al-Asmu'i telah meriwayatkan dari Abu Amr ibnul Ala, dari Zur-Rummah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: dan laut yang di dalam tanahnya ada api. (Ath-Thur: 6) Bahwa makna yang dimaksud ialah 'dan laut yang kosong (kering)'; suatu umat keluar untuk mencari air minum, lalu mereka mengatakan, "Sesungguhnya telaga itu kini telah kering."

Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih dalam Masanidusy Syu'ara.

Ibnu Katsir lalu menampikan sejumlah pendapat lain bahwa yang dimaksud dengan masjur ialah yang terhalang dan tercegah dari bumi (daratan) agar jangan memenuhinya karena akan menenggelamkan para penghuninya.Demikianlah menurut Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas.
Hal yang sama dikatakan oleh As-Saddi dan lain-lainnya, hal yang semakna ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah di dalam kitab musnadnya. Ia mengatakan:

حَدَّثَنَا يَزِيدُ، حَدَّثَنَا الْعَوَّامُ، حَدَّثَنِي شَيْخٌ كَانَ مُرَابِطًا بِالسَّاحِلِ قَالَ: لَقِيتُ أَبَا صَالِحٍ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ: حَدَّثَنَا عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "لَيْسَ مِنْ لَيْلَةٍ إِلَّا وَالْبَحْرُ يُشْرِفُ فِيهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، يَسْتَأْذِنُ اللَّهَ أَنْ يَنْفَضِخَ عَلَيْهِمْ، فَيَكُفُّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ"


Telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Al-Awwam, telah menceritakan kepadaku seorang syaikh yang berjaga-jaga di pantai, ia mengatakan bahwa ia pernah bersua dengan Abu Saleh maula Umar ibnul Khattab. Lalu ia mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Umar ibnul Khattab, dari Rasulullah SAW yang telah bersabda: Tiada suatu malam pun melainkan laut muncul padanya sebanyak tiga kali meminta izin kepada Allah SWT untuk membanjiri mereka (manusia yang ada di daratan), tetapi Allah SWT mencegahnya.
Penemuan Terbaru
Sisa letusan bawah laut terbesar di Samudera Hindia Barat pada tahun 2018 silam melahirkan gunung berapi raksasa seukuran gedung pencakar langit.

Para ilmuwan mengungkap temuan gunung berapi setinggi 2.690 kaki (820 meter) menyusul serentetan gempa bumi membingungkan yang melanda di dekat daerah yang biasanya tenang secara seismik.

Setelah mengumpulkan data geologi, termasuk informasi dari survei bawah laut tahun 2019 di wilayah tersebut, tim menyadari ada gunung berapi bawah laut baru sekitar 1,5 kali ketinggian One World Trade Center di New York.

Terlebih lagi, gunung baru ini mengambil dari reservoir magma vulkanik terdalam yang diketahui para ilmuwan.

"Sumber magma, reservoir, sangat dalam sekitar 34 mil (55 kilometer) di bawah tanah,” kata pemimpin peneliti studi Nathalie Feuillet, seorang ahli geosains kelautan di Paris Institute of Earth Physics (IPGP) kepada Live Sains Kamis ( 21/10/2021).

"Ini adalah pertama kalinya dalam vulkanologi kita dapat melihat reservoir yang begitu dalam di dasar litosfer," ujarnya. Litosfer adalah kulit terluar bumi yang mencakup mantel atas dan kerak.

Antara Mei 2018 hingga Mei 2021 lebih dari 11.000 gempa bumi terdeteksi mengguncang Mayotte, sebuah pulau kecil dan wilayah Prancis antara Madagaskar dan Mozambik. Gempa paling kuat berkekuatan 5,9.

Pada Juli 2018, para ilmuwan juga menyadari bahwa menurut data GPS, Mayotte bergerak ke arah timur sekitar 20 sentimeter per tahun.


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar