Jokowi: Stadion Lukas Enembe di Papua Terbaik di Asia Pasifik

Stadion Lukas Enembe di Jayapura, Papua

TRANSKEPRI.COM.JAYAPURA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim Stadion Lukas Enembe yang jadi salah satu venue PON Papua sebagai stadion terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Hal diutarakan Jokowi dalam pidato pada upacara pembukaan PON Papua ke-20 di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Sabtu (2/10). Hal itu pula yang membuat Jokowi merasa bangga dengan berdirinya stadion berkapasitas 40.263 penonton tersebut.

"Perasaan saya dan perasaan saudara-saudara pasti sama, kita bangga ada di tanah Papua. Dan kita bangga berada di stadion terbaik di Asia Pasifik ini. Kita bangga membuka PON ke-20, PON yang pertama kali diselenggarakan di tanah Papua," ujar Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi juga memastikan gelara PON Papua menjadi bukti kesiapan infrastruktur di tanah Papua. Selain itu, ia memastikan Stadion Lukas Enembe bukan jadi satu-satunya simbol kemajuan yang terjadi di Papua.

"Stadion yang sangat megah ini, bukan satu-satunya simbol kemajuan Papua. Konektivitas laut, konektivitas darat, konektivitas udara, bandara, pelabuhan, jalan lintas papua, serta pengembangan SDM Papua merupakan capaian-capaian lain dari kemajuan Papua yang sangat membanggakan ini," kata Jokowi.

Stadion Lukas Enembe saat ini menjadi stadion terbesar dan termegah kedua di Indonesia setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta. Di sisi lain untuk kawasan Asia Tenggara masih terdapat Stadion Bukit Jalil, Malaysia, dengan kapasitas 87 ribu penonton dan Stadion Rajamangala di Thailand yang bisa menampung 50 ribu penonton.

Stadion Lukas Enembe dari segi kapasitas juga bakal kalah dengan Jakarta International Stadium (JIS) yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021. JIS merupakan stadion berstandar FIFA dengan konsep Green Building level Platinum Grade.

Stadion ini mampu menampung kapasitas penonton hingga 82.000 orang dengan atap buka-tutup, fasilitas sky viewing deck, dan rumput hybrid pertama di Indonesia.

Stadion Lukas Enembe sendiri semula bernama Stadion Papua Bangkit. Nama itu diambil dari sosok Gubernur Papua bernama Lukas Enembe yang dianggap berjasa karena telah menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON.

Lapangan sepak bola Stadion Lukas Enembe telah mengikuti standar FIFA, dengan sarana pendukung lainnya juga didatangkan langsung dari luar negeri. Jenis rumput yang digunakan di stadion itu adalah Zoysia Matrella (Linn) Merr atau rumput Manila yang lazim digunakan di stadion-stadion besar, salah satunya di Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Lalu, lintasan atletik sintetis di Stadion Lukas Enembe juga bersertifikasi kelas 1 standar federasi atletik internasional (IAAF). Arena atletik berkelas dunia itu dilengkapi pula dengan sebuah lapangan pemanasan.

Untuk pencahayaan, stadion ini menggunakan LED yang bisa mengikuti ketukan musik dengan kekuatan 1.800 lux. Ada pula papan skor digital yang terpasang di dua sisi tribun juga didatangkan dari Eropa.

Stadion Lukas Enembe juga pernah masuk nominasi salah satu stadion terbaik dunia tahun 2019 yang diselenggarakan media online Polandia, Stadium DB.com.

Stadion ini bersaing dengan 21 stadion lainnya yang berasal dari 19 negara untuk menjadi yang terbaik tetapi akhirnya juri menetapkan Japan National Stadium sebagai pemenang Stadium of the Year 2019. (tm)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar