Brutalnya Israel, 146 Demonstran Palestina Terluka dalam Bentrok

Tentara Israel berjaga saat demonstran Palestina berkumpul di kota Beita, dekat Nablus, Tepi Barat. Foto/REUTERS

TRANSKEPRI.COM, TEPI BARAT - Lebih dari 140 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan pasukan Israel di desa Beita, Tepi Barat. Unjuk rasa itu digelar sebagai bentuk protes warga Palestina terhadap pos permukiman ilegal Israel .

Tentara Israel mengatakan dua tentara juga "luka ringan" dalam kekerasan itu. “Ratusan warga Palestina berkumpul di Beita, yang terletak di utara Tepi Barat yang diduduki Israel, untuk memprotes pos terdepan Eviatar,” ungkap seorang koresponden AFP.

Daerah itu telah menyaksikan demonstrasi rutin menentang perluasan permukiman Yahudi di tanah Palestina.
Tentara Israel mengatakan, “Selama beberapa jam terakhir, kerusuhan terjadi di area pos terdepan Givat Eviatar, selatan Nablus.”
“Ratusan warga Palestina melemparkan batu ke pasukan Israel (IDF), yang merespons dengan cara membubarkan kerusuhan,” papar militer Israel menambahkan, “Dua tentara yang terluka ringan dibawa ke rumah sakit.”
“Sebanyak 146 warga Palestina terluka selama bentrokan, termasuk sembilan oleh tembakan langsung, 34 orang oleh peluru berlapis karet dan 87 oleh gas air mata,” ungkap pernyataan Bulan Sabit Merah Palestina.
Pemukim Yahudi mendirikan pos terdepan Eviatar pada awal Mei, membangun rumah beton sederhana dan gubuk dalam hitungan pekan.
Pembangunan itu bertentangan dengan hukum internasional dan Israel, serta memicu protes sengit dari warga Palestina yang bersikeras bahwa bangunan itu berdiri di tanah mereka.
Tetapi setelah kesepakatan dicapai dengan pemerintah baru Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett, para pemukim meninggalkan pos terdepan pada 2 Juli, sementara struktur yang mereka bangun tetap dalam penjagaan tentara.

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan akan mempelajari daerah itu untuk menilai apakah itu bisa, sesuai hukum Israel, dinyatakan sebagai tanah negara.

Jika itu terjadi, Israel kemudian dapat mengizinkan satu sekolah agama untuk dibangun di Eviatar, dengan tempat tinggal untuk staf dan siswanya.

Sekitar 475.000 pemukim Yahudi sekarang tinggal di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967.(net)
 


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar