Waspada, iPhone 12 Ternyata Bisa Mengganggu Kinerja Alat Pacu Jantung

Apple merilis sejumlah produk mereka yang harus dijauhkan dari perangkat medis seperti alat pacu jantung dan defibrillator implan. Foto/dok

TRANSKEPRI.COM, JAKARTA - Apple merilis sejumlah produk mereka yang harus dijauhkan dari perangkat medis seperti alat pacu jantung dan defibrillator implan. Tingginya medan magnet yang dihasilan oleh produk Apple ini dikhawatirkan bisa menghentikan alat pacu jantung yang tertanamn di dada penderitanya.

Selain iPhone 12, ada dua produk Apple yang juga mempunyai medan magnet tinggi seperti Apple Watch, dan MacBook Pro. BBC telah meminta komentar dari Apple, yang telah mempromosikan kesehatan jantung sebagai fitur produknya.
Beberapa Apple Watch dapat melakukan tes elektrokardiogram yang mencatat waktu dan kekuatan sinyal listrik yang membuat jantung berdetak.

Namun pemberitahuan saat ini memperingatkan risiko dari komponen di beberapa produk. "Dalam kondisi tertentu, magnet dan medan elektromagnetik dapat mengganggu perangkat medis," tulis Apple seperti dikutip BBC News, Selasa (29/6/2021).
Misalnya, disebutkan, "alat pacu jantung dan defibrillator yang ditanamkan mungkin berisi sensor yang merespons magnet dan radio saat berada dalam kontak dekat". Defibrillator yang ditanamkan mengirimkan sinyal listrik untuk mengatur irama jantung yang tidak normal.

Apple mengatakan produk iPHone 12, Apple Watch dan MacBook Pro harus berjarak sekitar 15cm dari perangkat medis. Namun ketika sedang mengisi daya melalui nirkabel, jaraknya harus sekitar 30 cm dari alat pacu jantung.

Sedangkan situs web MacRumours menyoroti penelitian yang menunjukkan bahwa iPhone 12 dapat mengganggu perangkat implan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association menemukan bahwa teknologi Apple iPhone 12 Pro Max MagSafe dapat menyebabkan gangguan magnet. Akibatnya berpotensi menghambat terapi yang menyelamatkan jiwa.
Sementara itu, Marie Mo, konsultan keamanan komputer untuk Mnemonic, yang memiliki alat pacu jantung sendiri dan mempelajari teknologinya, mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak khawatir.

"Gadget Apple ini umumnya tidak memancarkan medan magnet yang besar, tidak seperti mesin berat, speaker konser besar, atau peralatan las yang harus diperhatikan oleh siapa pun yang memiliki alat pacu jantung untuk berada di dekat," katanya.

Ms Moe menambahkan bahwa magnet kekuatan yang ditemukan di iPhone 12 hanya dapat menyebabkan alat pacu jantung beralih ke "semacam mode keamanan di mana kecepatan konstan", tetapi akan kembali kembali setelah perangkat dilepas.
Jo Whitmore, perawat jantung senior di British Heart Foundation, menggemakan sentimen bahwa pasien tidak perlu khawatir jika mereka menyimpan perangkat pada jarak yang aman.
"Tidak apa-apa menggunakan smartphone ketika Anda memiliki alat pacu jantung, dan mereka dirancang untuk kembali ke pengaturan normal setelah magnet dipindahkan," katanya.

Dia menambahkan pasien yang bersangkutan harus memeriksa instruksi perangkat atau berbicara dengan produsen. Mereka juga dapat menghubungi dokter atau klinik mondar-mandir mereka.(net)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar