Ternyata Jasad Rasulullah SAW Beberapa Kali Mau Dicuri, Begini Nasib Pelakunya

Lokasi makam Rasulullah Muhammad SAW

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Rasulullah SAW wafat dan dimakamkan di Madinah. Makam Rasulullah berada di dekat makam sahabatnya, yakni Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar Bin Khattab. Makam itu saat ini sudah menjadi bagian dari Masjid Nabawi.

Penjagaan ketat juga dilakukan di area makam tersebut. Hal ini dilakukan tentunya untuk menghindari pencurian jasad Rasullullah SAW. Sebab, sebelumnya pernah terjadi aksi gila, yakni seseorang mencoba mencuri jasad Rasulullah SAW.

Siapakah orang itu? Mengapa ia ingin mencuri jasad Rasulullah SAW? Dan bagaimana akhir dari niat buruk itu?

Penasaran? Mari simak kisahnya yang telah dirangkum dari beberapa sumber seperti Islam Populer dan beberapa sumber lainnya.

Pada masa raja Al Hakim Biamrillah Al Ubaidiy, percobaan pencurian jasad Rasulullah pernah dilakukan. Raja Al Hakim Biamrillah Al Ubaidiy sendiri merupakan seorang pemimpin dari Daulah Fatimiyah yang merupakan pemeluk Islam. Namun pada masa pemerintahannya, ia justru meresahkan karena telah menyimpang dari ajaran Allah.

Seorang shiddiq memberikan saran kepada raja untuk memindahkan jasad Rasulullah SAW ke Mesir. Hal itu dilakukan agar negaranya menjadi perhatian dunia dan nantinya akan banyak orang yang datang berkunjung ke Mesir.

Namun aksi jahat itu tak berhasil. Saat rencana dijalankan, Allah SAW mengirimkan angin kencang hingga membuat bumi berguncang di Madinah. Tak pelak, aksi untuk mencuri jasad Rasulullah itu gagal.

Gagal pada percobaan pertama tak membuat Al Hakim Biamrillah Al Ubaidiy jera atau menyerah. Rencana untuk mencuri jasad Rasulullah kembali disusun. Ia mengirimkan prajurit yang kemudian berhasil memasuki Madinah dan tinggal di dekat Masjid Nabawi.

Mereka kemudian menggali sebuah terowongan bawah tanah menuju makam Rasulullah. Namun aksi itu diketahui setelah di Madinah terdengar suara yang mengatakan, "Nabi kalian akan digali (kuburnya)."

Masyarakat Madinah kemudian melakukan pencarian dan penyelidikan hingga mendapatkan prajurit yang tengah menggali terowongan. Mereka kemudian langsung diberi hukuman mati.

Dalam Kitab fushul min thoriqi al Madinah al Munawwarah, alhi sejarah Alhi Hafizh menceritakan tentang pencurian jasad Rasullullah SAW lainnya. Pada tahun 557 Hijriyah menjadi tahun yang lemah bagi umat Islam yang ada di Madinah karena satu terjadi Perang Salib. Hal itu kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Eropa untuk mencuri jasad Rasullullah.

Mereka lalu mengirimkan dua orang Maroko sebagai eksekutor saat musim haji. Keduanya menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia, Spanyol.

Namun aksi itu gagal setelah Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, seorang pemimpin yang saleh, bermimpi bertemu Rasulullah yang memberitahukan aksi kedua orang Maroko itu. Dan mimpi itu pun terulang sebanyak tiga kali.

Pagi harinya, Sultan Nuruddin kemudian menceritakan kepada para menterinya. Ia kemudian berangkat ke Madinah dengan membawa banyak harta. Sampai di sana, ia membagikan harta tersebut kepada seluruh masyarakat. Ia juga bertanya kepada masyarakat, "Apakah ada yang belum mendapatkan hadiah?"

Pertanyaannya kemudian dijawab oleh masyarakat “Tidak ada, kecuali dua orang dari Andalusia. Keduanya tidak mengambil sedikit pun karena tengah khusyuk beribadah di raudhah, dekat makam nabi,” kata mereka.

Dua orang itu kemudian dihadapkan kepada sultan dan diinterogasi. Saat itu mereka mengaku dari Andalusia, namun dari wajahnya tak meyakinkan. Mereka kemudian dibawa ke balik dinding dan diperintahkan membuka celananya. Di situ diketahui jika mereka tak berkhitan.

Dari situ, mereka akhirnya mengakui sebagai tentara salib yang menjalankan perintah untuk mengambil jasad Rasulullah SAW untuk dibawa ke Eropa. Keduanya pun lalu dijatuhi hukuman mati.

Sultan Nuruddin kemudian menginstruksikan untuk membangun dinding dari besi guna melindungi makam Rasulullah dan kedua sahabatnya.

Kemudian ada lagi aksi pencurian jasad Nabi yang kembali dilakukan. Kali ini datang dari sekelompok Kristen Romawi dari Syam. Aksi mereka dilakukan secara terang-terangan. Begitu sampai di Laut Merah, para pelaku meneror dan membunuh umat Islam.

Para pelaku hendak menuju Madinah dan mengeluarkan jasad Rasulullah. Begitu sampai dekat Madinah, keberadaan mereka diketahui oleh sejumlah orang Mesir. Mereka pun kemudian dibunuh dan sebagian ditahan.

Dan aksi pencurian jasad Nabi masih lagi terjadi. Pada abad ke-7 Hijriyah, 40 laki-laki dari Aleppo, Suriah, berusaha mengambil jasad Rasulullah dengan menggali jasad kedua sahabat Rasulullah.

Namun ketika melakukan penggalian, tiba-tiba saja bumi terbelah dan menelan mereka. Hal ini diceritakan oleh Shawwab As Syamsu Al Matthiy, seorang pelayan di Al Haram an-Nabawi.***


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar