TRANSKEPRI.COM, BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mempercepat transformasi digital di sektor pelayanan pertanahan. Dalam waktu dekat, BP Batam akan meluncurkan Layanan Alokasi Tanah Reguler berbasis Land Management System (LMS) sebagai upaya menghadirkan proses pengalokasian lahan yang lebih transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh pelaku usaha.
Melalui platform digital tersebut, badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia dapat mengajukan permohonan alokasi tanah secara daring sesuai lokasi yang tersedia di dalam sistem.
BP Batam menjadwalkan daftar lokasi tanah yang dapat diajukan akan mulai ditampilkan pada 11 Agustus 2026 melalui Land Management System (LMS). Seluruh proses pengajuan dilakukan dengan mengacu pada persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga diharapkan mampu menciptakan proses yang lebih terbuka, terukur, dan memberikan kepastian bagi investor.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peluncuran layanan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis BP Batam dalam memperkuat tata kelola pertanahan sekaligus mendukung kemudahan berusaha di Kota Batam.
"Digitalisasi layanan Alokasi Tanah Reguler merupakan wujud komitmen BP Batam dalam menghadirkan pelayanan yang semakin transparan, mudah diakses, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha," ujar Amsakar, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital akan mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan lahan. Dengan sistem yang terintegrasi, pelaku usaha dapat memperoleh informasi mengenai ketersediaan lahan secara lebih mudah tanpa harus melalui proses yang berbelit.
Inovasi ini juga menjadi bagian dari komitmen BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif. Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, penerapan LMS diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor melalui proses yang lebih efisien, transparan, dan memiliki kepastian hukum.
Melalui transformasi digital ini, BP Batam optimistis pelayanan pertanahan akan semakin modern dan adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan investasi unggulan di Indonesia.
Tulis Komentar