Bunda Literasi Bintan Buka Lomba Bertutur SD/MI 2026, Dorong Generasi Cinta Literasi dan Budaya Lokal

Bunda Literasi Bintan Buka Lomba Bertutur SD/MI 2026, Dorong Generasi Cinta Literasi dan Budaya Lokal

TRANSKEPRI.COM, BINTAN – Bunda Literasi Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani, secara resmi membuka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Bintan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bintan, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bintan dalam meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya serta kearifan lokal.

Dalam sambutannya, Hafizha Rahmadhani menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bintan yang terus konsisten menghadirkan program-program literasi yang edukatif, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak.

Menurutnya, lomba bertutur bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan minat baca, melatih keberanian berbicara di depan umum, serta mengasah kemampuan berpikir dan berimajinasi para peserta.

"Lomba bertutur menjadi media yang efektif untuk meningkatkan minat baca anak-anak sekaligus mengenalkan mereka pada kekayaan budaya daerah yang kita miliki," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia literasi. Oleh karena itu, penguatan budaya membaca dan numerasi harus terus dilakukan melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

"Penguatan literasi tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter," katanya.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga diajak untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerah melalui berbagai cerita rakyat, legenda, sejarah kampung tua, tradisi maritim, serta nilai-nilai kearifan lokal yang hidup di Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau.

Melalui kegiatan bertutur, peserta tidak hanya belajar memahami isi cerita, tetapi juga berperan dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Hafizha menegaskan bahwa perpustakaan saat ini memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar tempat penyimpanan buku. Perpustakaan harus menjadi ruang yang aktif, inklusif, dan mampu mendorong masyarakat untuk belajar, berkreasi, berpikir kritis, serta berkolaborasi.

Kepada seluruh peserta lomba, ia berpesan agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan diri.

"Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang paling penting adalah keberanian untuk tampil, semangat membaca, serta kecintaan terhadap budaya dan literasi yang akan menjadi bekal penting bagi masa depan kalian," pesannya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Bintan, Hafizha juga menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang gemar membaca, mencintai budaya daerah, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

"Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Bintan Juara, Literasi Hebat, dan Generasi Kuat," tutupnya.

Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Bintan Tahun 2026 diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah yang akan menampilkan kemampuan bertutur cerita rakyat dan budaya daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi sejak usia dini.


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar