Direct Call Internasional TPK Batu Ampar Melonjak 212 Persen, Perkuat Posisi Batam sebagai Hub Logistik Regional

Direct Call Internasional TPK Batu Ampar Melonjak 212 Persen, Perkuat Posisi Batam sebagai Hub Logistik Regional

TRANSKEPRI.COM, BATAM – Kinerja layanan pelayaran langsung internasional (direct call) di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2026. Peningkatan ini menjadi indikator semakin kuatnya daya saing pelabuhan Batam dalam mendukung arus perdagangan internasional dan konektivitas logistik kawasan.

Berdasarkan data operasional Batu Ampar Container Terminal, jumlah kunjungan kapal direct call internasional pada periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 106 call. Angka tersebut meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencatatkan 34 call.

Pertumbuhan juga terlihat dari volume peti kemas yang dilayani melalui jalur pelayaran langsung internasional. Hingga Mei 2026, volume peti kemas mencapai 58.237 TEUs atau meningkat 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 25.904 TEUs.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan bahwa lonjakan jumlah kunjungan kapal dan volume peti kemas tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Batam dalam jaringan logistik regional, khususnya di jalur perdagangan internasional kawasan Selat Malaka.

Menurutnya, layanan direct call memberikan keuntungan besar bagi dunia usaha karena mampu memangkas waktu pengiriman dan meningkatkan efisiensi rantai pasok.

“Jaringan direct call internasional TPK Batu Ampar saat ini telah menjangkau sedikitnya tujuh negara utama di Asia. Konektivitas ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kelancaran rantai pasok dan memperkuat peran Batam sebagai pusat logistik, perdagangan, dan industri yang terintegrasi dengan pasar global,” ujar Denny Tondano saat didampingi Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, di Batam Centre, Selasa (2/6/2026).

Denny menegaskan, BP Batam bersama mitra pengelola pelabuhan akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan melalui pengembangan fasilitas terminal, digitalisasi layanan, serta perluasan kerja sama dengan perusahaan pelayaran internasional.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak rute pelayaran baru yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah maupun nasional.

“Ke depan, BP Batam bersama mitra pengelola akan terus memperkuat konektivitas internasional melalui peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi layanan, dan perluasan kerja sama dengan pelayaran global. Dengan pertumbuhan direct call dari sisi kunjungan kapal dan volume peti kemas, Terminal Peti Kemas Batu Ampar semakin menunjukkan perannya sebagai gerbang logistik internasional yang strategis dan pusat distribusi perdagangan di kawasan Selat Malaka,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelayaran internasional terhadap layanan dan fasilitas yang tersedia di TPK Batu Ampar.

Menurut Benny, pertumbuhan tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya peningkatan layanan, efisiensi operasional, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan yang terus dilakukan BP Batam.

“Peningkatan frekuensi layanan dan volume peti kemas direct call menjadi indikator bahwa berbagai upaya peningkatan layanan, efisiensi operasional, dan pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dilakukan BP Batam telah berjalan pada arah yang tepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan layanan direct call juga didorong oleh bertambahnya perusahaan pelayaran yang membuka layanan langsung ke Batam.

Jika pada periode Januari-Mei 2025 layanan direct call internasional hanya dilayani oleh SITC dan Evergreen, maka pada periode yang sama tahun 2026 jaringan tersebut semakin kuat dengan bergabungnya Samudera dan COSCO Shipping.

Adapun rincian layanan direct call internasional selama Januari-Mei 2026 meliputi SITC sebanyak 55 call dengan volume 32.266 TEUs, Evergreen sebanyak 30 call dengan volume 14.792 TEUs, Samudera sebanyak 11 call dengan volume 7.103 TEUs, serta COSCO Shipping sebanyak 10 call dengan volume 4.077 TEUs.

Benny menambahkan, kehadiran layanan baru tersebut memberikan lebih banyak pilihan konektivitas bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang ekspor maupun impor.

“Semakin banyak perusahaan pelayaran yang membuka layanan direct call ke Terminal Peti Kemas Batu Ampar memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha karena dapat mempersingkat waktu pengiriman, meningkatkan kepastian jadwal, serta menekan biaya logistik. Hal ini tentu akan mendukung daya saing industri dan investasi di Kota Batam,” jelasnya.

Saat ini, layanan direct call internasional TPK Batu Ampar telah terhubung langsung dengan berbagai pelabuhan utama di Asia, seperti Shanghai, Ningbo, Shekou, Nansha, Yangpu, dan Qinzhou di Tiongkok; Haiphong dan Ho Chi Minh City di Vietnam; Port Klang, Kuantan, Kota Kinabalu, dan Kuching di Malaysia; Singapura; Laem Chabang di Thailand; Sihanoukville di Kamboja; serta Yangon di Myanmar.

Dengan terus meningkatnya konektivitas internasional dan pertumbuhan aktivitas pelabuhan, TPK Batu Ampar semakin memperkuat posisinya sebagai gerbang logistik internasional yang strategis dan salah satu motor penggerak ekonomi Batam serta Kepulauan Riau.


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar