Garda Pemuda NasDem Kepri Sayangkan Pemberitaan Tempo Terkait Surya Paloh
TRANSKEPRI.COM.BATAM-!Pemberitaan Majalah Tempo edisi 12-13 April 2026 yang menstempel Surya Paloh sosok yang pragmatis, melukai hati jutaan kader Partai Nasdem. Terlebih dalam laporan utama Tempo edisi 13-16 April 2026, baik Judul dan Foto cover halaman depan, dinilai merendahkan martabat institusi partai dan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.
Hal ini membuat kader Partai Nasdem yang tersebar di seluruh Indonesia sontak bersuara, baik di Jakarta maupun diberbagai daerah di seluruh Indonesia. Bahkan Selasa (14/4) kader Nasdem berbondong-bondong melakukan aksi damai di Kantor Majalah Tempo di Jakarta.
Tak terkecuali di Provinsi Kepri. Allib Murniman, Ketua DPW Garda Pemuda Nasdem Kepri yang juga Wakil Ketua Partai Nasdem Kepri, secara tegas meminta agar Majalah Tempo meminta maaf. "Framming yang dibangun Majalah Tempo tentang Ketua Umum Partai Nasdem sangat menyesatkan. Oleh karena itu, kami meminta agar Majalah Tempo, secara tertulis, meminta maaf kepada Ketua Umum Partai Nasdem Bapak Surya Paloh dan Partai NasDem secara institusi," ujarnya.
Ia menyayangkan, Tempo yang selama ini dikenal sebagai salah satu media yang mengawal perjalanan demokrasi bangsa ini, yang mengutamakan kaidah jurnalistik, justru kali ini melakukan upaya pelecehan secara sistematis, dengan maksud merendahkan martabat pimpinan dan institusi Partai NasDem.
Menurutnya, tampilan judul cover ‘PT NasDem Indonesia Raya TBK’, jelas-jelas Tempo secara sengaja memframing Partai NasDem hanya sebagai lembaga komersial semata. Hal ini bertentangan dengan esensi yg terkandung dalam kaidah-kaidah Partai NasDem, sebagai partai yang menggaungkan semangat Restorasi Indonesia.
Demikian juga, dari keseluruhan isi yang ditulis dalam laporan utama Tempo, dengan sengaja membentuk opini, bahwa Partai NasDem telah dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis.
Ia menyayangkan, sekelas Tempo menampilkan jurnalisme yang bersifat insinuatif dan tidak bertanggung jawab, serta jauh dari kaidah-kaidah etika jurnalisme yang baik. Padahal pers dituntut untuk tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik yang profesional dalam menjalankan tugasnya.



Tulis Komentar