Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PWI Batam dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya menumbuhkan budaya membaca, berpikir kritis, dan menulis di kalangan pelajar sejak usia dini.
Para peserta tidak hanya diperkenalkan pada dasar-dasar jurnalistik, tetapi juga diajak memahami pentingnya literasi sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
Kepala SMPN 1 Batam Jadi Teladan Literasi
Kepala SMP Negeri 1 Batam, Sri Rahayu, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang menanamkan nilai literasi tidak hanya lewat kebijakan, tetapi juga melalui keteladanan pribadi.
Warna biru yang mendominasi dinding sekolah bukan sekadar estetika, melainkan memiliki makna tersendiri. “Biru adalah judul cerpen pertama saya,” ungkap Sri Rahayu, yang menunjukkan bahwa budaya membaca dan menulis telah menjadi bagian dari napas kepemimpinannya.
Di bawah kepemimpinannya, SMPN 1 Batam tumbuh sebagai ruang aman bagi siswa untuk mengembangkan nalar, karakter, dan kreativitas.
Pelajar Literat, Harapan Masa Depan Bangsa
Sejumlah siswa mengaku aktif membaca buku di luar pelajaran sekolah. Cahya, siswi kelas VIII, menyebut novel Bumi karya Tere Liye sebagai bacaan terakhirnya. Sementara Marsya dan Chico Jericho memilih buku sastra dan motivasi sebagai sumber inspirasi.
Kebiasaan membaca para siswa ini menjadi bukti bahwa api literasi dapat tumbuh bahkan di wilayah hinterland, yang selama ini kerap dipandang tertinggal dibandingkan sekolah di kawasan perkotaan utama.
PWI Batam: Literasi Adalah Tanggung Jawab Bersama
Ketua PWI Kota Batam, M. A. Khafi Anshary, menegaskan bahwa rendahnya literasi bukan hanya tanggung jawab dunia pendidikan, tetapi juga insan pers.
“Sebagai profesi yang hidup dari kata, membaca, dan menulis, wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyalakan dan merawat api literasi,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kepala SMPN 1 Batam beserta seluruh guru dan tenaga pendidik yang dinilainya telah menjadi pelita bagi generasi muda, meski sering bekerja dalam sunyi tanpa sorotan.
Momentum Hari Pers Nasional 2026
Kegiatan Pelatihan Literasi dan Jurnalistik ini juga menjadi bagian dari semangat Hari Pers Nasional (HPN) 2026, menegaskan bahwa pers dan pendidikan harus berjalan beriringan dalam menjaga nalar publik dan menyiapkan generasi masa depan yang cerdas serta berkarakter.
Dari ruang kelas SMP Negeri 1 Batam, api kecil itu kini telah menyala. Api yang diharapkan terus menjalar, menguatkan budaya literasi, dan perlahan mengubah wajah pendidikan Indonesia di mata dunia.
Tulis Komentar