MOBILE

Perusahaan Inggris Coba Menambang Emas dari Ponsel dan Laptop Bekas, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sebanyak 50 juta ton sampah elektronik memiliki kandungan emas dalam jumlah besar. Foto/IST

TRANSKEPRI.COM, INGGRIS - The Royal Mint, perusahaan Inggris pembuat koin dan medali mencoba menambang emas dari ponsel dan laptop bekas. Dikutip BBC perusahaan berbasis di Pontyclun, Inggris itu akan menggunakan teknologi khusus agar bisa mendapatkan emas dalam jumlah besar dari sampah elektronik itu. Diklaim teknologi itu akan jadi yang pertama diterapkan di wilayah Inggris.

Chief Executive Officer (CEO) The Royal Mint, Anne Jessop mengatakan selain berupaya mengekstraksi emas dari laptop dan ponsel bekas, apa yang mereka lakukan akan berdampak positif pada lingkungan. Saat ini sampah elektronik seperti ponsel dan laptop bekas memang jadi masalah lingkungan yang pelik karena jumlahnya yang besar.

"Langkah ini akan sangat menguntungkan buat The Royal Mint serta menggerakkan roda ekonomi dengan membuat keahlian baru. Selain itu upaya ini juga akan membantu keberlanjutan planet tempat hidup kita," jelas Anne Jessop.
The Royal Mint tidak sendirian dalam menambang emas dari ponsel dan laptop. Nantinya mereka akan dibantu oleh perusahaan teknologi asal Kanada, Excir. Saat ini mereka sudah berhasil melakukan percobaan membuat emas dari limbah tersebut.

Tidak main-main 99 persen emas yang terkandung di limbah itu berhasil diekstrak. Hebatnya lagi tingkat kemurnian emas yang dihasilkan mencapai 999.9. Tidak hanya emas, The Royal Mint mengklaim material lainnya seperti paladium, perak dan perunggu juga dapat ditemukan di limbah-limbah tersebut.

Diketahui limbah elektronik seperti ponsel dan laptop bekas memang terkandung elemen emas. Pasalnya sebagian besar alat elektronik tidak berfungsi tanpa emas. Dalam sampah yang berasal dari lima komputer terdapat sekitar satu gram emas. Kedengarannya sedikit, tapi sebenarnya banyak.
Hanya saja proses penambangan emas dari limbah elektronik itu bukan perkara mudah. Pertama-tama sampah elektronik dipotong-potong dengan alat spesial, dan logam dipisahkan dari plastik. Ini juga masih campuran berbagai logam, yang lumer di dalam oven yang panasnya 1.300 derajat.
Setelahnya agar emas mudah didapat digunakan zat kimia dalam jumlah besar. Pelat-pelat itu dibenamkan dalam sejumlah wadah berisi berbagai cairan asam. Setiap campuran asam mengurai logam berbeda. Pertama-tama tembaga, kemudian perak, dan terakhir emas.Hanya saja hingga kini cara terakhir untuk mengambil emas masih tetap dirahasiakan.

Yang pasti potensi penambangan emas dari metode ini cukup besar. Pasalnya saat ini menurut BBC jumlah sampah elektronik yang ada di dunia mencapai 57 juta ton. Jadi bisa dibayangkan berapa besar kandungan emas yang bisa didapat jika penambangan sampah-sampah elektronik dilakukan.

(net)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar