BATAM

HM Rudi Gagal Jadi Orang Pertama Divaksinasi di Batam

Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi saat akan divaksin (foto:mediacenterbatam)

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam menjadwalkan ulang vaksinasi untuk Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Pasalnya di saat pencanangan vaksinasi Covid-19, Jumat (15/1/2021), Rudi batal divaksin karena tekanan darah tinggi.

Rudi sempat lima kali dilakukan pengecekan tekanan darah dan hasilnya Rudi tetap tidak diperbolehkan mendapatkan vaksin Covid-19. Pemeriksaan pertama, tekanan darah Rudi mencapai 160. Kemudian pemeriksaan ke dua 145, pemeriksaan ke tiga 140. Kemudian pada pemeriksaan keempat tekanan darahnya 151 dan kelima 155. Sementara yang mendapatkan vaksin masimal memiliki tekanan darah 140.

Untuk Wali Kota, saat pemeriksaan, memiliki tekanan darah di atas ketentuan. Untuk diketahui, Rudi sebelumnya ingin dirinya menjadi orang pertama divaksin. Namun, karena kendala tersebut vaksinasi untuk orang nomor satu di Batam itu ditunda. Dalam kesempatan itu, ia berpesan agar masyarakat yang diperbolehkan mendapat vaksin untuk tidak khawatir.

“Kita ingin kesehatan pulih dan ekonomi bangkit,” ujarnya.

Rudi memaparkan, pemerintah sejak Maret sudah berjibaku melawan Covid-19 dan sekarang saatnya mengakhirinya. Namun, Rudi tetap mengingatkan selama proses vaksinasi, masyarakat diminta secara ketat menerapkan protokol kesehatan.

“Vaksin sudah ada, tapi ini belum selesai dan
protokol kesehatan wajib dilaksanakan sambil menunggu hasil positif dari vaksinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota, Didi Kusmarjadi, mengaku akan menjadwalkan ulang vaksinasi untuk Wali Kota. Namun, Didi belum menyampaikan kapan pastinya Wali Kota divaksin.

“Di lain hari kita jadwalkan. Karena memang kalau tekanan darah tinggi tidak diperbolehkan mendapat vaksin,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk kali ini, sebanyak 20 orang yang mendapat vaksin sebagai awal pencanangan vaksinasi Covid-19. Selanjutnya, pihaknya akan memvaksin tenaga kesehatan yang berjumlah 5.000 orang. Untuk Batam, di tahap pertama ini mendapat kuota 11.120 vial vaksin.

“Tahap ini diprioritaskan untuk tenaga medis,” kata dia.

Selanjutnya bagi masyarakat tak perlu khawatir. Nantinya, masyarakat yang divaksin akan mendapat pesan singkat (SMS) sebanyak dua kali. SMS pertama sebagai pemberitahuan dari Peduli Lindungi, kemudian SMS kedua dari 1199 untuk registrasi dan mendapatkan e-card. (tm)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar