Perbaikan dilakukan sebagai respons atas kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat. Proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan dengan kondisi cuaca normal.
"Tujuan utama pekerjaan ini adalah meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Kami memahami proses pelaksanaannya dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara, namun perbaikan ini diperlukan agar masyarakat memperoleh infrastruktur jalan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih berkualitas," ujar Ariastuty, Selasa (28/7/2026).
Sebelum pekerjaan dimulai, BP Batam telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan melalui media sosial resmi serta mitra media BP Batam guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas pengguna jalan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian masyarakat. Dukungan dari seluruh pihak sangat kami harapkan agar proses rekonstruksi dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi standar mutu maupun aspek keselamatan," katanya.
BP Batam juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan proyek terus diperketat agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan memenuhi standar keselamatan kerja.
Menanggapi insiden kecelakaan yang terjadi di sekitar lokasi proyek pada Senin (27/7/2026), BP Batam menyampaikan rasa prihatin dan simpati kepada korban beserta keluarga.
"Kami turut prihatin atas musibah yang terjadi dan mendoakan agar korban segera pulih. Peristiwa ini menjadi evaluasi bagi kami untuk terus memperkuat aspek keselamatan dalam setiap pelaksanaan pekerjaan infrastruktur," ungkap Ariastuty.
Sebagai bentuk kepedulian, BP Batam telah memberikan bantuan biaya pengobatan kepada korban serta mengunjungi korban dan keluarga untuk memberikan dukungan secara langsung.
BP Batam juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses rekonstruksi berlangsung demi menjaga keselamatan bersama.
Tulis Komentar