Komitmen tersebut disampaikan dalam diskusi Metro Forum yang digelar Posmetro Batam, Selasa (28/4). Hadir dalam forum tersebut Ketua KONI Kepri, Usep RS, dan Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kepri, Harianto ST., M.Si., yang membahas berbagai isu strategis terkait pembinaan dan pengembangan olahraga di Kepulauan Riau.
Dalam kesempatan itu, Usep mengungkapkan bahwa prestasi olahraga Kepulauan Riau terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan tersebut terlihat dari capaian atlet Kepri di berbagai ajang nasional maupun internasional.
Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, Kepri berhasil menempati peringkat ke-25 nasional dengan raihan lima medali emas, enam perak, dan delapan perunggu. Capaian itu meningkat dibandingkan PON XX Papua 2021 saat Kepri berada di posisi ke-27 dengan dua emas, lima perak, dan empat perunggu.
Selain itu, pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera XI Tahun 2023 di Pekanbaru, Riau, Kepri berhasil menembus peringkat enam besar dengan raihan sembilan medali emas, meningkat signifikan dibandingkan edisi sebelumnya yang berada di posisi terbawah.
Prestasi membanggakan juga ditorehkan atlet Kepri pada ajang SEA Games 2025 di Thailand. Sebanyak lima atlet Kepri dipercaya memperkuat kontingen Indonesia dan tiga di antaranya berhasil meraih medali.
“Ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di Kepri berjalan ke arah yang positif. Prestasi terus meningkat dari waktu ke waktu dan menjadi motivasi bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi,” ujar Usep.
35 Cabang Olahraga Dipertandingkan
Dalam persiapan Porprov VI Kepri 2026, KONI dan Dispora telah menyepakati sebanyak 35 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan sejumlah pertimbangan, termasuk prestasi cabang olahraga, kesiapan organisasi, ketersediaan venue, serta efisiensi anggaran.
Usep menjelaskan, saat ini KONI Kepri menaungi 62 cabang olahraga. Namun, tidak seluruh cabang dapat dipertandingkan pada Porprov karena harus menyesuaikan dengan kebutuhan pembinaan menuju Pra PON, Porwil, PON, SEA Games, hingga Olimpiade.
“Kami telah melakukan pemetaan terhadap seluruh cabang olahraga, meninjau kesiapan venue, perangkat pertandingan, dan kesiapan daerah peserta. Dari hasil evaluasi bersama, disepakati 35 cabang olahraga yang akan dipertandingkan,” jelasnya.
Sementara itu, Harianto mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri melalui Gubernur Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Porprov sebagai agenda olahraga empat tahunan terbesar di daerah.
Meski di tengah keterbatasan fiskal, Pemprov Kepri tetap berupaya memberikan dukungan maksimal demi suksesnya pelaksanaan Porprov.
“Persiapan sudah dilakukan sejak 2025. Mulai dari penetapan tuan rumah, koordinasi lintas sektor, inventarisasi venue, hingga pembentukan tim bersama antara Dispora dan KONI untuk persiapan Panitia Besar Porprov,” kata Harianto.
Venue dan Infrastruktur Terus Dibenahi
Terkait kesiapan sarana pertandingan, Dispora Kepri bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang telah melakukan survei dan inventarisasi venue yang akan digunakan.
Sebagian besar venue dinilai telah memenuhi standar, meskipun beberapa fasilitas masih membutuhkan perbaikan dan penyesuaian teknis.
“Tidak ada pembangunan venue baru. Kita memanfaatkan fasilitas yang sudah ada dengan melakukan pemeliharaan dan perbaikan agar layak digunakan saat Porprov berlangsung,” ujar Harianto.
Usep menambahkan bahwa standarisasi venue menjadi perhatian penting karena Porprov merupakan bagian dari proses pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi.
“Kami ingin pelaksanaan Porprov tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menghasilkan atlet-atlet yang siap bersaing di Pra PON, Porwil, dan PON,” katanya.
Dukung Lahirnya Atlet Masa Depan Kepri
Selain menjadi ajang perebutan medali, Porprov VI Kepri juga diproyeksikan sebagai wadah penjaringan atlet potensial dari tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
Melalui sistem verifikasi yang ketat, KONI memastikan atlet yang tampil benar-benar memenuhi persyaratan administrasi dan berasal dari daerah yang diwakilinya.
Usep menegaskan bahwa hasil Porprov nantinya akan menjadi dasar seleksi atlet untuk mengikuti program pembinaan berjenjang menuju Pra PON, Porwil, hingga PON.
“Porprov adalah gerbang awal lahirnya atlet-atlet masa depan Kepri. Karena itu kami ingin seluruh daerah serius mempersiapkan atletnya agar kualitas persaingan semakin baik,” ujarnya.
Selain aspek olahraga, penyelenggaraan Porprov juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga pariwisata.
Diperkirakan sekitar 7.000 hingga 8.000 atlet, ofisial, wasit, dan perangkat pertandingan akan hadir di Tanjungpinang selama pelaksanaan Porprov VI Kepri 2026.
“Kami berharap Porprov Kepri 2026 tidak hanya sukses pelaksanaan, sukses administrasi, tetapi juga sukses prestasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutup Usep.
Tulis Komentar