Kegiatan yang diikuti puluhan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Kepulauan Riau tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan meraih prestasi, tetapi juga bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), hingga kompetisi internasional.
Ketua Umum Pengurus Pusat Savate Indonesia, Eko Raharjo, mengapresiasi tingginya partisipasi atlet dan pengurus cabang dari sejumlah daerah di Kepulauan Riau yang ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Menurutnya, kehadiran peserta dari lima kabupaten/kota menjadi indikator bahwa pembinaan olahraga Savate di Kepulauan Riau terus berkembang dan menunjukkan kemajuan yang positif.
“Partisipasi atlet dan pengurus cabang sangat menggembirakan. Kehadiran peserta dari lima daerah menunjukkan bahwa pembinaan Savate di Kepri berjalan dengan baik dan terus berkembang,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, Kejurprov memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkuat pemahaman atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan terhadap regulasi yang berlaku.
Melalui ajang ini, Savate Indonesia juga ingin memastikan kualitas pertandingan pada Porprov mendatang semakin baik dan profesional.
“Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurprov juga menjadi sarana peningkatan kualitas atlet, pelatih, wasit, dan juri agar semakin siap menghadapi event yang lebih besar,” katanya.
Eko menambahkan, hasil Kejurprov juga akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam proses pembinaan menuju Kejuaraan Nasional yang nantinya menjadi pintu masuk bagi atlet-atlet potensial untuk memperkuat tim nasional.
Menurutnya, atlet yang mampu menunjukkan prestasi terbaik di tingkat nasional berpeluang tampil pada berbagai kejuaraan internasional, termasuk kejuaraan Asia maupun World Combat Games.
“Savate Indonesia saat ini terus berkembang. Atlet-atlet terbaik dari daerah akan memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi nasional dan berpeluang tampil di tingkat internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Savate Indonesia Kepulauan Riau, Vera Hoendrawati, mengatakan Kejurprov tahun ini diikuti sebanyak 69 atlet dari lima kabupaten/kota, di antaranya Batam, Bintan, Karimun, Lingga, dan daerah lainnya di Kepulauan Riau.
Menurut Vera, kejuaraan ini menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang disiapkan menuju Porprov Kepri serta berbagai event regional dan nasional pada tahun-tahun mendatang.
“Kejurprov ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Porprov Kepri sekaligus langkah awal menuju event yang lebih tinggi seperti Porwil hingga kejuaraan internasional,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kejuaraan mempertandingkan dua kategori utama Savate, yakni Assault dan Combat yang menjadi nomor andalan dalam cabang olahraga bela diri asal Prancis tersebut.
Vera menegaskan, pengembangan Savate di Kepri tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas atlet, tetapi juga peningkatan kapasitas pelatih, wasit, dan juri agar mampu mengikuti perkembangan olahraga secara profesional.
“Kami terus melakukan pembinaan secara menyeluruh. Selain atlet, kami juga menyiapkan pelatih, wasit, dan juri yang kompeten. Bahkan beberapa di antaranya telah memiliki pengalaman di tingkat internasional,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Batam, Dasril, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Savate dalam melaksanakan program pembinaan dan kompetisi secara berkelanjutan.
Ia menilai Savate menjadi salah satu cabang olahraga yang terus menunjukkan perkembangan positif dan memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“KONI Batam mendukung penuh perkembangan Savate. Kami melihat cabang olahraga ini terus aktif melakukan pembinaan dan penyelenggaraan kejuaraan sebagai bagian dari upaya mencetak atlet berprestasi,” katanya.
Dengan suksesnya pelaksanaan Kejurprov Savate Kepri 2026, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kepulauan Riau di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat persaingan pada ajang Porprov mendatang.
Tulis Komentar