Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, jajaran pejabat utama Polda Kepri, serta para Da’i Kamtibmas dari berbagai wilayah.
Dalam arahannya, Kapolda Kepri menegaskan bahwa perkembangan situasi global hingga lokal turut memengaruhi kondisi kamtibmas. Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah maraknya penyebaran informasi yang tidak benar, tidak utuh, hingga mengandung unsur provokasi.
“Informasi yang tidak benar dapat memicu kesalahpahaman dan keresahan, bahkan mendorong tindakan melanggar hukum. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk melakukan mitigasi dan edukasi kepada masyarakat,” tegasnya.
Peran Strategis Tokoh Agama
Kapolda menilai peran Da’i Kamtibmas sangat strategis sebagai penyampai pesan yang menyejukkan serta penyeimbang arus informasi, khususnya di media sosial.
Selain itu, stabilitas keamanan disebut menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Batam dan wilayah Kepri secara umum. Kondisi kamtibmas yang tidak kondusif dinilai dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan investor.
Ajak Masyarakat Bijak Bermedia
Kapolda Kepri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk:
- Tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya
- Tidak menyebarkan informasi yang memecah belah
- Mengedepankan pesan persatuan dan kesejukan
Sinergi antara Polri, TNI, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Komitmen Da’i Kamtibmas
Perwakilan Da’i Kamtibmas, Kyai Agus Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Polda Kepri serta menegaskan komitmen untuk terus bersinergi.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah derasnya arus informasi di media sosial yang berpotensi menimbulkan keresahan. Oleh karena itu, para Da’i akan aktif meluruskan informasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.
Imbauan Layanan Kepolisian
Pada kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan potensi gangguan kamtibmas.
Laporan dapat disampaikan melalui:
- Call Center 110 (24 jam)
- Aplikasi Polri Super Apps
Melalui kolaborasi ini, Polda Kepri menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi dengan tokoh agama sebagai mitra strategis untuk menangkal disinformasi dan menjaga situasi Kepulauan Riau tetap aman, damai, dan kondusif.
Tulis Komentar