Program tersebut dipaparkan Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, , di hadapan para kepala daerah yang tergabung dalam .
Dalam pemaparannya, Normansyah menjelaskan bahwa BPDP telah bertransformasi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menjadi BPDP sesuai Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024. Perubahan ini memperluas mandat lembaga dalam mengelola tiga komoditas strategis nasional, yakni kelapa sawit, kakao, dan kelapa.
Menurutnya, BPDP kini memiliki tanggung jawab mengoordinasikan pengembangan sektor perkebunan dari hulu hingga hilir dengan tujuan mewujudkan pengelolaan dana perkebunan yang terpercaya dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Enam Program Strategis BPDP
BPDP menawarkan enam program utama yang dapat diakses pemerintah kabupaten sentra perkebunan, meliputi:
- Peremajaan perkebunan rakyat
- Penyediaan sarana dan prasarana perkebunan
- Pengembangan sumber daya manusia perkebunan
- Penelitian dan pengembangan
- Promosi komoditas perkebunan
- Dukungan pangan, hilirisasi, dan bahan bakar nabati
Salah satu program unggulan adalah Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). BPDP mengalokasikan bantuan sebesar Rp60 juta per hektare dengan maksimal empat hektare per petani. Sejak 2016 hingga 2025, program ini telah menyalurkan Rp12,9 triliun kepada sekitar 400 ribu petani di seluruh Indonesia.
Normansyah berharap pemerintah kabupaten dapat berperan aktif memperluas cakupan program tersebut melalui dinas perkebunan di masing-masing daerah.
Selain itu, dukungan sarana dan prasarana mencakup sembilan paket pendanaan, antara lain ekstensifikasi dan intensifikasi lahan, bantuan alat mesin pertanian, sertifikasi ISPO, alat pascapanen dan pengolahan, pembangunan jalan kebun, transportasi, hingga infrastruktur pasar.
Target Produktivitas dan Hilirisasi
BPDP juga mendorong peningkatan produktivitas melalui program replanting dengan target 2,4 juta hektare lahan berproduktifitas rendah, terdiri dari 1,5 juta hektare lahan petani mitra dan 0,9 juta hektare lahan plasma. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi dari rata-rata 2,3 ton CPO menjadi potensi hingga 7,2 juta ton CPO per tahun.
Untuk memperkuat transparansi dan kemudahan akses, BPDP menghadirkan dua aplikasi digital, yakni PSR Online sebagai platform pengajuan program serta Smart PSR yang memungkinkan monitoring penyaluran dana secara real-time.
Sinergi Pusat dan Daerah
Rakernas Apkasi XVII menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten dalam pembangunan sektor perkebunan nasional. BPDP mengajak seluruh daerah sentra komoditas untuk aktif mengusulkan program melalui dinas perkebunan masing-masing.
Data menunjukkan Indonesia memiliki 16,35 juta hektare perkebunan kelapa sawit, dengan komposisi 53 persen milik swasta, 42 persen milik rakyat, dan sisanya BUMN. Industri ini melibatkan sekitar 4,2 juta tenaga kerja langsung serta hingga 12 juta orang di sektor hilir dan industri pendukung di .
Untuk komoditas kakao, data mencatat luas perkebunan mencapai sekitar 1,39 juta hektare, dengan 99,64 persen dikelola petani swadaya, terutama di Sulawesi dan Sumatera.
Sementara itu, pengembangan komoditas kelapa juga menjadi fokus baru BPDP. Pada 2025, tim BPDP telah melakukan identifikasi potensi di sejumlah daerah sentra seperti Sulawesi Utara, Riau, Jawa Tengah, serta Maluku Utara. Program pengembangan kelapa ditargetkan mulai berjalan pada 2026 seiring program peremajaan yang diinisiasi pemerintah.
Harapan Transformasi Perkebunan Nasional
Normansyah menegaskan bahwa sektor perkebunan merupakan tulang punggung ekonomi jutaan keluarga di daerah. Karena itu, kolaborasi antara BPDP, kementerian terkait, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci dalam menghadapi tantangan seperti legalitas lahan, sertifikasi ISPO, hingga penurunan Dana Bagi Hasil di daerah penghasil.
Ia menutup paparannya dengan ajakan kepada seluruh pemerintah kabupaten untuk memanfaatkan program BPDP secara optimal demi menciptakan perkebunan Indonesia yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Tulis Komentar