Kemajemukan Masyarakat Aset Beharga Pembangunan Kepri


TRANSKEPRI.COM.BATAM - Kemajemukan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau merupakan aset berharga guna menggesa pembangunan di Kepri. Kekompakan dalam keberagaman masyarakat Kepri harus selalu dijaga demi terciptanya Kepulauan Riau yang aman, damai, dan sejahtera. 

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad saat menghadiri Pesta Syukuran Ulang Tahun Ke-27 Pomparan Borsak Sirumoggur Boru Bere Ibere di Sei Beduk, Batam, Sabtu (30/07). Gubernur Ansar dalam syukuran tersebut mengucapkan harapan agar Pomparan Borsak Sirumoggur Boru Bere Ibere terus membangun kebersamaan sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa. 

Masyarakat Provinsi Kepulauan Riau termasuk masyarakat majemuk yang memiliki berbagai latar belakang budaya dan agama. Provinsi Kepulauan Riau yang merupakan wilayah kepulauan menjadi tempat persinggahan dan perantauan berbagai suku bangsa hingga mendapat julukan sebagai miniaturnya Indonesia.

Meskipun dengan keberagaman suku, adat, budaya dan agama yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, namun masyarakatnya dapat tetap hidup berdampingan, saling menghargai dan menjunjung nilai toleransi. Hal ini lah yang membawa Provinsi Kepulauan Riau memperoleh Indeks Kerukunan Umat Beragama peringkat pertama se-Sumatera dan peringkat ke-9 di Indonesia  dengan nilai 76,20 persen pada    tahun 2021.

"Pencapaian itu merupakan bukti jika masyarakat Kepri bisa hidup berdampingan dengan banyak latar belakang yang berbeda, ini menjadi modal kita untuk membuat Kepri aman, tenteram, dan damai," ujar Gubernur Ansar. 

Gubernur Ansar melanjutkan berbagai capaian pembangunan di Provinsi Kepri tidak akan terwujud tanpa kontribusi dari seluruh masyarakat Kepri. Karena itu dirinya bersyukur masyarakat Kepri bisa menjaga kekompakan antar sesama, termasuk Pomparan Borsak Sirumoggur Boru Bere Ibere.

"Di usia yang ke-27, mari kita bersama-sama lebih kuat lagi bergandengan tangan untuk membangun Kepri yang kita cintai ini, hanya dengan persatuan dan kerukunan kita bisa mewujudkannya Kepri yang unggul, berbudaya, dan berdaya saing," katanya. 

Melalui pesta syukuran ini pula Gubernur Ansar menekankan agar menjadi pendorong peningkatan spritualitas serta membangun jembatan hati dan membangun suasana kebersamaan dalam lingkungan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya dan Kota Batam pada khususnya, yang plural serta multikultural dan selalu mengedepankan sikap saling menghormati dan menyayangi satu sama lain serta terus meningkatkan partisipasi dalam pembangunan Provinsi Kepulauan Riau. 

Terakhir Gubernur Ansar menjelaskan berbagai program Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang digagas demi kebaikan warga Kepri. Diantaranya bantuan subsidi bunga nol persen untuk pinjaman modal UMKM, penyediaan rumah singgah di Batam dan Jakarta untuk masyarakat Kepri yang berobat, pembelian mesin sterilisasi makanan untuk UMKM di Batam, dan pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang sedang digesa Gubernur Ansar untuk segera dimulai. 

Turut hadir dalam syukuran tersebut Ketua Umum Borsak Sirumoggur Kota Batam Bangun Sihombing,Dewan Penasihat Borsak Sirumoggur Kota Batam Rudolf Sihombing, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri Mangara Mangatur Simarmata, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepri Hasan, Kepala Dinas adis Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung, dan Kasatpol PP Provinsi Kepri Hendri Kurniadi. (r)


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar