Dalam sambutannya, Amsakar mengapresiasi kontribusi masyarakat asal Kabupaten Kampar yang selama ini dinilai memiliki semangat kebersamaan, kemandirian, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan Kota Batam.
Ia menyampaikan empat pesan utama kepada jajaran pengurus yang baru dikukuhkan, yakni menjaga soliditas organisasi, menerapkan kepemimpinan yang mengayomi, memperkuat identitas sebagai warga Batam yang berasal dari Kampar, serta memahami pentingnya skala prioritas dalam menjalankan organisasi.
Menurut Amsakar, kekompakan merupakan modal utama agar organisasi mampu berkembang dan memberi manfaat bagi seluruh anggotanya. Karena itu, ia mengingatkan agar seluruh pengurus, tokoh masyarakat, dan anggota KBKK tetap menjaga persatuan di tengah berbagai dinamika yang berkembang.
"Pemimpin yang baru harus merangkul, bukan membelah. Rangkul semua elemen, termasuk para senior dan tokoh masyarakat. Jangan terjebak dalam disinformasi atau isu-isu kontraproduktif yang beredar di media sosial," tegas Amsakar.
Dalam arahannya, Amsakar juga mengibaratkan kepemimpinan sebagai pohon yang kokoh, berakar kuat, dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
"Ke atas harus berpucuk, ke bawah harus mengakar, rindang sebagai tempat berteduh, dahannya kuat tempat bergantung. Begitu seharusnya organisasi, memiliki arah, visi, dan tujuan yang jelas. Pemimpinnya harus membumi, menjadi pengayom, pelindung, tempat bersandar, mampu memahami persoalan anggotanya, sekaligus menghadirkan solusi nyata," ujarnya.
Selain itu, Amsakar mengajak masyarakat Kampar yang bermukim di Batam untuk membangun paradigma sebagai bagian dari masyarakat Batam tanpa meninggalkan akar budaya daerah asal.
Menurutnya, warga Kampar perlu menanamkan prinsip sebagai "orang Batam yang berasal dari Kampar", sehingga rasa memiliki terhadap Kota Batam semakin kuat sekaligus tetap menjaga hubungan emosional dengan kampung halaman.
Ia menilai cara pandang tersebut akan mendorong masyarakat untuk semakin aktif berpartisipasi dalam pembangunan Kota Batam sebagai tempat tinggal, bekerja, dan membesarkan keluarga, sembari tetap memberikan perhatian terhadap kemajuan Kabupaten Kampar.
Menutup arahannya, Amsakar mengingatkan pengurus KBKK agar mampu mengelola organisasi secara profesional melalui penyusunan program kerja yang terukur dan penentuan skala prioritas.
Ia juga menjelaskan bahwa seorang pemimpin memiliki mobilitas dan tanggung jawab yang tinggi sehingga tidak semua komunikasi dapat direspons secara langsung. Karena itu, dibutuhkan pemahaman, koordinasi, dan manajemen waktu yang baik agar roda organisasi berjalan efektif.
Pengukuhan Pengurus KBKK Kota Batam masa bakti 2026–2031 berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan tokoh masyarakat, sesepuh, serta warga asal Kabupaten Kampar yang berdomisili di Kota Batam. Antusiasme peserta mencerminkan semangat kebersamaan sekaligus harapan agar KBKK semakin mempererat tali persaudaraan dan berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Kota Batam.
Tulis Komentar