Kunjungan kerja tersebut berlangsung di Rumah Bahagia, Kecamatan Gunung Kijang, dan menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan keluarga, pemberdayaan lansia serta percepatan penurunan stunting di daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau, Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Ketua DPRD Kabupaten Bintan, peserta Sekolah Lansia serta masyarakat setempat.
Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan Program Gerakan Orangtua Peduli Stunting (GENTING) kepada keluarga berisiko stunting, demonstrasi Menu DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), pemberian bantuan bagi lansia di Rumah Bahagia hingga pelayanan cek kesehatan gratis.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bintan dalam mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, program Sekolah Lansia yang dijalankan Pemkab Bintan menjadi salah satu bentuk perhatian nyata pemerintah daerah dalam menciptakan lansia yang sehat, mandiri dan tetap produktif.
“Program Sekolah Lansia menjadi langkah positif dalam membangun kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Selain itu, sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting juga menjadi strategi penting dalam menyiapkan generasi masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri beserta rombongan ke Kabupaten Bintan. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat menjadi motivasi bagi daerah untuk terus memperkuat program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Keberadaan Rumah Bahagia hari ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai elemen sosial mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ungkap Roby.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bintan terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, di antaranya melalui SIDAYA (Lansia Berdaya) dan GENTING (Gerakan Orangtua Peduli Stunting).
Roby juga menyebutkan, jumlah penduduk lanjut usia di Kabupaten Bintan saat ini mencapai sekitar 13.676 jiwa. Menurutnya, peningkatan jumlah lansia menunjukkan keberhasilan pembangunan kesehatan dan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat.
“Hingga tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bintan bersama BKKBN telah membentuk tujuh kelompok Sekolah Lansia dengan jumlah peserta dan wisudawan mencapai 301 orang,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu mengubah paradigma bahwa lansia bukan hanya objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek aktif yang memiliki pengalaman, kebijaksanaan dan keteladanan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Bintan juga terus memperkuat program GENTING melalui edukasi pola asuh, pemenuhan gizi dan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan sebagai upaya mencegah stunting.
Usai kegiatan, Wakil Menteri bersama Bupati Bintan dan rombongan turut meninjau sejumlah fasilitas di Rumah Bahagia untuk melihat langsung pelayanan dan aktivitas bagi para lansia.
Kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi serta dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program pembangunan keluarga, pemberdayaan lansia dan percepatan penurunan stunting menuju Indonesia Emas.
Tulis Komentar