HM Rudi Yakin Pertumbuhan Ekonomi Batam 2022 Mencapai 7 Persen

Wajah Kota Batam

TRANSKEPRI.COM.BATAM- Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam), Muhammad Rudi optimistis perekonomian Batam akan semakin moncer pada 2023. Pertumbuhan ini diiringi dengan tren peningkatan investasi di Batam.

"Banyak (investor) yang ketemu saya tahun ini. Mereka tinggal menyelesaikan izin dan penyelesaian lahan, jika semua sudah selesai, 2023 mereka akan go," ungkap Rudi dalam keterangan tertulis, Selasa (1/11/2022).

Ia mengungkap nilai investasi di Batam saat ini menyentuh Rp 6,1 triliun di semester I/2022. Dengan angka tersebut, PMA Batam menyumbang persentase terbesar dengan 79,16% dari realisasi investasi PMA di Kepri sebesar Rp 6,4 triliun.

Menilik pertumbuhan investasi tersebut, ia mengaku yakin pada 2022 tingkat pertumbuhan ekonomi di Batam bisa mencapai target 7%. Pada 2021 saja, katanya, perekonomian Batam mampu tumbuh 4,75% dari sebelumnya -2% pada 2020

"Awalnya kita perkirakan 2%-3 % tapi realisasinya pertumbuhan nasional 3,69%, Batam 4,75%. Batam ini daerah produksi olahan yang cukup banyak. Ketika COVID melanda, daerah lain menutup investasi, Batam justru buka lebar-lebar pintunya untuk investasi," jelasnya.

Rudi menegaskan komitmen BP Batam untuk menjaga investasi yang sudah masuk dan mempersilakan investor lain untuk masuk ke Batam. Tak hanya bertumpu pada industri, menurutnya sektor pariwisata juga akan menjadi lokomotif perekonomian Batam.

Rudi merinci Singapura dan Malaysia sudah menghentikan pembatasan sosial. Oleh karena itu, pihaknya optimistis wisatawan yang datang ke Batam akan meningkat ke angka 2 juta kunjungan. Dengan pariwisata yang meningkat, inflasi yang terjaga dan proses perizinan yang mudah perekonomian Batam bakal tumbuh lebih baik.

"Ekspor kemudian akan meningkat, maka uang akan berputar lebih banyak di Batam. Kalau ini kita bisa jaga kita yakin pertumbuhan bisa capai 6-7% tapi ini tidak lepas dari dukungan secara nasional," tambahnya.

Capaian positif pada 2021-2022 inilah yang membuat Rudi yakin Batam bakal kian melejit di 2023. Semua anggaran, baik Pemerintah Kota Batam maupun BP Batam, diarahkan untuk kepentingan investasi.

Salah satunya, dengan membangun akses jalan yang menghubungkan semua kawasan industri agar pergerakan barang dari dan menuju Batam bakal tepat waktu. Sehingga menjadi salah satu daya tarik investasi.

Rudi menambahkan sejak pucuk pimpinan baik di Pemerintah Kota maupun BP Batam berada di bawah kendalinya, pihaknya menggabungkan kebijakan perencanaan kedua institusi tersebut agar tidak terjadi tumpang tindih. Hasilnya, pada 3 tahun terakhir, pembangunan infrastruktur lebih terarah untuk mendukung investasi.

Belum lama ini, pihaknya juga bertemu dengan Menteri Perdagangan Singapura karena investasi Singapura di Batam menempati peringkat teratas. Ia mengungkap Pemerintahan Singapura ingin memastikan keamanan dan kenyamanan para investor.

Baca juga: Pulihkan Perekonomian, BP Batam Kejar 4 Prioritas Pembangunan

"Kami tanyakan mereka mau menambah investasi apa dan apa yang perlu kami persiapkan," jelas Rudi.

Ia menilai pembangunan di Batam memang tidak bisa dilepaskan dari Singapura. Untuk itu, pihaknya berharap Pelabuhan Batu Ampar Batam bisa berperan sebagai penopang pelabuhan Singapura yang setiap tahun produktivitasnya mencapai puluhan juta TEUs.

Kalau saja volume Batu Ampar bisa mencapai 5 juta TEUs, ungkapnya, maka akan berdampak sangat positif bagi perekonomian Batam. Pihaknya pun terus membenahi pelabuhan agar bisa melayani aktivitas bongkar, termasuk dengan pemeriksaan dokumen secara virtual yang menerapkan auto gate.

"Salah satu hal yang saya garis bawahi soal cost pelabuhan. Persoalan ini sudah cukup lama dan kalau bisa kita selesaikan. Saat ini kami tengah membenahi Pelabuhan Batu Ampar agar bisa memainkan peran sebagai penopang pelabuhan Singapura serta menunjang investasi dari Singapura di Batam," tuturnya.

Pihaknya juga menargetkan investasi khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan. Baru-baru ini, BP Batam turut serta dalam rombongan Kementerian Perekonomian yang berkunjung ke Inggris untuk menarik investasi sektor pendidikan. Harapannya, akan ada kunjungan balasan dari Inggris dan investasi itu bisa terealisasikan. Dengan adanya pendidikan dan fasilitas kesehatan yang berstandar global, orang Indonesia tidak perlu lagi ke negara tetangga untuk layanan kesehatan. **


[Ikuti TransKepri.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar