Biden Banjir Kritikan Setelah Putuskan Berlibur di Tengah Krisis

Ahad, 15 Agustus 2021

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dibanjiri kritikan tajam setelah memutuskan untuk berlibur di tengah krisis yang terjadi. Foto/REUTERS

TRANSKEPRI.COM, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS ), Joe Biden dibanjiri kritikan tajam setelah memutuskan untuk berlibur di tengah krisis yang terjadi. Biden diketahui tiba di Camp David semalam untuk berlibur.

Kritikan terhadap Biden, yang kebanyakan dari Partai Republik, datang, karena keputusan untuk berlibur ini diambil saat adanya krisis migran di perbatan selatan AS dan juga kemajuan yang didapat Taliban di Afghanistan, saat tentara AS keluar dari negara itu,

“Afganistan jatuh. Inflasi meroket. Perbatasan tidak terkendali. Covid-19 masih ada. Tapi, Joe Biden akan berlibur ke-18 kali ke Delaware sejak menjabat,” kata anggota Kongres AS dari Partai Republik, Jody Hice melalui akun Twitternya.

Sen Parnell, seorang veteran militer dan calon anggota Senat AS dari Partai Republik, juga mengkritik keputusan Biden tersebut.“Dunia terbakar, Afghanistan diserbu, inflasi meroket, perbatasan selatan kita kebanjiran dan Biden akan berlibur. Tujuh bulan pertama kepresidenan Biden telah menjadi bencana yang tak tanggung-tanggung bagi Amerika,” ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Sabtu (14/8/2021).

Salah seorang warganet AS bernama Cassandra bahkan menghitung persentase liburan Biden selama dia menjabat sebagai Presiden AS.“Selama 203 hari pertamanya menjabat, Joe Biden telah melakukan 18 perjalanan ke Delaware dengan total 48 hari liburan. Yang berarti dia telah menghabiskan 23,6% hari-harinya sebagai presiden untuk berlibur,” ucapnya.

Merespon kritikan yang datang, juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan bahwa setiap presiden selalu bekerja di mana pun mereka berada dan apapun kondisinya. (net)