Presiden Minta BUMN Bantu Pasokan Oksigen Medis

Ahad, 18 Juli 2021

Oksigen medis

TRANSKEPRI.COM.JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut membantu memenuhi kebutuhan oksigen medis yang belakangan melonjak akibat peningkatan kasus Covid-19.

"Dari dalam negeri sebetulnya kalau kita gerakan semuanya cukup. Saya kira, juga tolong dilihat ini yang berkaitan dengan industri BUMN. Ini saya kira bisa membantu," kata Jokowi saat menyampaikan pengantar dalam Rapat Terbatas Evaluasi PPKM Darurat, yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (17/7).

Mantan wali kota Solo itu menyebut mendapat banyak informasi bahwa banyak pabrik yang bisa menambah kapasitas produksi oksigen. Jokowi meminta jajarannya mencari solusi untuk produksi tersebut.Jokowi menyebut pasokan oksigen untuk medis bisa dikeluarkan dari Krakatau Steel atau Petrokimia. Ia mengaku telah meninjau pabrik PT Aneka Industri terkait ketersediaan oksigen untuk medis.

"Ada juga pabrik yang off yang itu bisa di-on-kan tapi butuh pembiayaan. Tolong juga dicarikan solusinya karena apapun kita harus menyiapkan diri apabila betul-betul ada lonjakan dan kebutuhan oksigen bisa terpenuhi," katanya.

Budi mengatakan pemerintah akan mengalihkan kelebihan kapasitas oksigen di industri sebanyak 240 ton-250 ton per hari untuk kebutuhan medis. Hal ini akan dikoordinasikan oleh Kementerian Perindustrian.Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen saat ini mencapai 2.000 ton per hari. Angkanya melesat dibandingkan situasi normal atau saat kasus covid-19 belum melonjak seperti sekarang, yakni hanya 400 ton per hari.

Selain itu, pemerintah juga akan membeli 20 ribu-30 ribu oksigen konsentrator untuk menyediakan 600 ton oksigen per hari. Oksigen konsentrator tersebut nantinya diberikan untuk rumah sakit dan dipinjamkan ke rakyat yang membutuhkan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator dari Singapura. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan oksigen di tengah lonjakan covid-19.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan pemerintah Indonesia telah menerima bantuan dari Uni Emirat Arab, berupa vaksin, tabung oksigen hingga perlengkapan medis.Secara total, pemerintah memesan 50 ribu oksigen konsentrator impor. Ia mengklaim permasalahan pasokan oksigen yang sempat langka dalam beberapa hari terakhir mulai membaik.

"450 unit tabung oksigen 40 liter, 150 unit konsentrator oksigen portable dan 20 ton peralatan pengaman medis seperti APD, masker, sarung tangan, dan lain-lain," katanya. (tm)